Oleh: agriefishery | Juli 22, 2012

JENIS PENYAKIT YANG MENYERANG IKAN SUMATERA

Penyakit
Secara umum penyakit yang menyerang ikan digolongkan ke dalam dua golongan, yakni penyakit non infeksi yaitu penyakit yang timbul bukan karena faktor patogen dan sifatnya tidak menular. Sedangkan penyakit infeksi adalah penyakit yang timbul karena gangguan suatu fungsi yang disebabkan oleh organisme patogen.

1. Penyakit non infeksi
Keracunan dan kekurangan gizi adalah salah satu contoh penyakit non infeksi yang dapat ditemukan pada budidaya ikan sumatera (Puntius tetrazona). Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan ikan sumatera (Puntius tetrazona) mengalami keracunan, yaitu pemberian pakan yang kualitasnya kurang baik atau terjadinya pencemaran air pada media budidaya akibat tumpukan bahan organik yang berlebihan dan tidak dapat ditoleransi oleh ikan sumatera (Puntius tetrazona). Sedangkan kekurangan gizi pada umumnya dapat disebabkan oleh pemberian pakan tambahan yang kurang bermutu.

Tanda-tanda ikan patin siam yang mengalami keracunan dapat dilihat dari tingkah lakunya yang berenang megap-megap di permukaan air. Sedangkan penyakit akibat kekurangan gizi dapat dilihat dari bentuk tubuhnya yang kurus, kepala relatif besar dan gerakannya kurang lincah serta warnanya yang tidak cerah. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan jika ikan sumatera mengalami keracunan adalah dengan memberikan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ikan dan kondisi lingkungan budidaya tetap dalam keadaan normal. Sementara itu, guna mencegah terjadinya kekurangan gizi pada ikan sumatera, maka pakan sebaiknya diberikan dalam jumlah yang cukup dan memiliki kandungan protein yang tinggi serta dilengkapi dengan kandungan vitamin dan mineral.

2. Penyakit infeksi

a. Parasit
Penyakit ikan sumatera (Puntius tetrazona)akibat serangan organisme parasiter adalah penyakit bintik putih (white spot). Penyakit ini terjadi akibat infeksi Ichthyoptirius multifiliis yang tergolong ke dalam hewan parasit.

Parasit ini sering dijumpai hidup berkoloni di lapisan lendir kulit, sirip dan lapisan insang. Karena warnanya putih, maka penyakit ini sering disebut bintik putih. Gejala serangannya dapat dicirikan dengan adanya bintik-bintik putih di bagian tubuh tertentu dan ikan berenang tidak normal. Untuk menanggulangi infeksi ini dapat dilakukan dengan menggunakan formalin yang mengandung Malachite Green Oxalat (MGO) sebanyak 4 gram/liter air. Pencegahan pada ikan patin siam yang berukuran besar dapat dilakukan dengan perendaman selama 24 jam dalam larutan MGO dengan dosis 10 ml/m3 air yang dilakukan seminggu sekali.

b. Bakteri
Penyakit bakteri yang dapat menyerang ikan ikan sumatera (Puntius tetrazona) adalah Aeromonas sp dan Pseudomonas sp. Bakteri ini menyerang bagian perut, dada dan pangkal sirip yang disertai dengan pendarahan. Jika terserang, lendir di tubuh ikan akan berkurang serta tubuh terasa kasar saat diraba. Jika ikan sumatera yang telah terserang cukup parah, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah dengan memusnahkan ikan tersebut agar tidak menulari ikan-ikan lainnya.

Sedangkan jika penyakit ikan tersebut belum parah, maka dapat dilakukan pengobatan dengan cara perendaman dalam larutan PK (Kalium Permanganat) dengan dosis 10-20 ppm selama 30-60 menit. Selain itu, cara pengobatan lain yang dapat dilakukan adalah dengan merendam ikan dalam larutan Nitrofuran sebanyak 5-10 ppm selama 12-24 ataupun dalam larutan Oxitetrasiklin sebanyak 5 ppm selama 24 jam. Selain dengan cara perendaman, pengobatan dapat pula dilakukan dengan cara mencampurkan obat-obatan di dalam makanan (pakan) ikan setiap kali konsumsi. Adapun obat-obatan yang dapat digunakan adalah Chloromycetin sebanyak 1-2 gram/kg makanan ikan.

c. Jamur
Selain parasit dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada ikan, jamur juga merupakan salah satu mikroorganisme yang dapat mengganggu kesehatan ikan sumatera (Puntius tetrazona). Penyakit ini biasanya terjadi akibat adanya luka yang terdapat pada tubuh ikan. Penyebab luka tersebut kemungkinan terjadi karena penanganan yang kurang baik saat pemanenan dan pengangkutan. Jamur yang biasa menyerang ikan patin siam adalah dari golongan Achlya sp dan Saprolegnia sp. Ciri-ciri ikan sumatera (Puntius tetrazona) yang terserang penyakit jamur adalah adanya luka di bagian tubuh, terutama pada tutup insang, sirip dan bagian punggung. Bagian-bagian tersebut ditumbuhi jamur berupa benang-benang halus seperti kapas berwarna putih hingga kecokelatan.

Pencegahan penyakit akibat jamur dapat dilakukan dengan menjaga kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan ikan serta menjaga kondisi tubuh ikan tersebut agar tidak mengalami luka pada bagian tubuh. Jika ikan sumatera (Puntius tetrazona)telah terserang penyakit akibat serangan jamur maka dapat dilakukan perendaman di dalam larutan Malachite Green Oxalat (MGO) dengan dosis 2-3 gram/m3 air selama 30 menit. Agar ikan sumatera (Puntius tetrazona) tersebut benar-benar sembuh, maka pengobatan dapat diulangi sampai tiga hari berturut-turut.

SUMBER:

http://yunias19ocean.blogspot.com/2012/01/blog-post.html

ARTIKEL LAINNYA:

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: