Oleh: agriefishery | Agustus 8, 2012

IKAN ZEBRA DANIO (Brachydanio rerio)

3.13 Ikan Zebra Danio (Brachydanio rerio)

Ikan zebra danio berasal dari Myanmar, India dan Srilangka. Ukuran tubuh dewasa sekitar 5 cm. Ikan jantan mempunyai tubuh yang lebih ramping dan warna yang lebih cerah dibandingkan dengan betina yang agak gemuk dan warna yang agk kusam. Ikan zebra danio merupakan ikan omnivora tetapi cenderung ke karnivbora karena menyukai pakan hidup berupa cuk merah atau  kutu air.

Kualitas air untuk pemeliharaan ikan zebra danio relatif sama dengan ikan hias pada umumnya. Ikan ini membutuhkan suhu yang agak rendah sekitar 25-27 0C. Derajat keasamaan yang dibutuhkan adalah 6.5-7.0 dengan hardness sekitar 6-80.

Ikan zebra danio mempunyai warna yang menarik yaitu garis-garis horizontal biru dan dan putih perak yang terletak diseluruh tubuh sampai siripnya. Untuk membedakan jenis kelamin ikan zebra sulit pada ikan yang masih kecil, tetapi akan mudah pada ikan yang sudah dewasa.

3.13.1 Pemeliharaan Induk

Induk dipelihara dalam akuarium ukuran cm dengan kepadatan sekitar 90-100 induk. Sebaiknya antara induk jantan dan betina dipaisahkan agar tidak terjadi pemijahan liar. Selain dalam akuarium induk dapat juga dipelihara dalam kolam dengan ukuran cm dapat diisi induk dengan kepadatan 200 ekor.

Untuk mempercepat kematangan gonad induk diberi pakan kutu air atau cuk merah (Daphnia dan Chironomus). Frekuensi pemberian pakan adalah dua kali sehari. Pergantian air perlu dilakukan sebanyak 10% setiap hari. Penyifonan dilakukan setiap hari agar kotoran dan sisa pakan yang menumpuk tidak membusuk dan menyebabkan kadar ammonia meningkat. Air yang hilang setelah penyifonan diganti seperti sebelumnya.

3.13.2 Pemijahan

Pemijahan ikan zebra danio dapat dilakukan dalam akuarium atau dalam kolam atau bak semen. Ikan yang telah siap diletakkan di akuarium atau kolam pada sore hari sekitar jam 5 sebaiknya betina diletakkan terlebih dahulu, dengan perbandingan jantan dan betina 1:1. Tempat pemijahan sebaiknya diberikan tanaman air yang tebal atau bisa dengan buatan seperti tali rafia atau tali tambang yang diuraikan.

Induk akan memijah pada pagi hari sekitar pukul 6 yang ditandai dengan perilaku ikan yang saling berkejaran. Sebaiknya amati pemijahan sampai ikan selesai memijah. Setelah selesai sebaiknya induk dipindahkan pada akuarium pemeliharaan induk.

3.13.3 Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva/Benih

Telur dapat dipindahkan ke akuarium penetasan atau dapat ditetaskan di akuarium pemijahan. Telur akan menetas setelah 40 jam kemudian atau  kira-kira dua hari. Larva yang baru menetas berada di dasar akuarium bergerak-gerak secara acak. Larva baru diberi pakan setelah berumur 4 hari dengan menggunakan suspensi kuning telur. Kuning telur diberikan selama 3-5 hari setelah itu larva diberi Artemia. setelah satu minggu dapat diberikan kutu air (Daphnia) yang halus sebagai campuran Artemia.

Ikan Zebra akan mencapai ukuran M setelah satu bulan pemeliharaan, ukuran M itu kira-kira sepanjang 1-1,5 inci. selama pemeliharaan pakan yang diberikan adalah cacing sutra sebanyak dua kali sehari. Pergantian air dan penyifonan harus sering dilakukan, mengingat zebra agak rentan dengan kualitas air yang buruk.

SUMBER :

taufikbudhipramono.blog.unsoed.ac.id/2011/05/12/teknologi-budidaya-ikan-hias-3/

ARTIKEL LAINNYA:

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: