Oleh: agriefishery | Agustus 8, 2012

IKAN LOU HAN (Cichlasoma spp)

3.9. Ikan Lou Han (Cichlasoma spp)

Ikan lou han belakangan ini menjadi tren di dunia ikan hias bail di Indonesia maupun Malaysia. Ikan silklid silangan ini dianggap bias membawa hoki bagi pemiliknya . Ikan ini akan menampakan keindahannya ketika berukuran diatas 10 cm. Tampilan mutiara dan marking yang hitam akan semakin bagus setalah ikan dewasa.

Ikan lou han pertama klai muncul dengan nama flower horn, yang kurang sukses dalam pemasarannya. Generasi kedua dikeluarkan ikan dengan nama hua lou han, yang juga kurang berhasil. Pada generasi ketiga dengan perbaikan mutu silangan maka dikenal dengan sekarang yang disebut lou han saja. Perkembangan jenis baru dari ikan ini sangant pesat, seperti cin hua, kamfa dan yang terakhir waktu tulisan ini dibuat adalah Raja merah dari Thailand.

3.9.1 Pemeliharaan Induk

Induk ikan lou han yang baik adalah telah berumur 1-2 tahun dengan ukuran untuk jantan adalah 25-30 cm dan betina 15-25 cm. Induk Lou han jantan ditandai dengan ukuran tubuh yang lebih besar dan jenong di kepala (horn) yang tampak besar. Induk di tempatkan dalam akuarium berukuran cm disekat tiga atau empat tergantung besarnya induk.

Induk di beri pakan cacing tanah, udang hidup, anak ikan mas, lele atau pakan buatan yang banyak dijual dengan frekuensi 3 kali sehari. Agar induk cepat matang gonad sebaiknya pemberian pakan yang mengandung gizi yang cukup perlu diperhatikan.     Pergantian air dilakukan sebanyak 50% dari volum air akuarium dengan cara penyifonan dan diganti air baru yang telah diendapkan dan di aerasi. Agar tidak terlalu sering menyifon dapat ditempatkan filter yang sesuai dengan akuarium yang digunakan.

3.9.2 Pemijahan

Induk lou han yang matang gonad di tandai dengan alat kelamin yang menonjol dan perut yang gendut pada induk betina. Pemijahan dilsakukan dalam akuarium berukuran cm yang disekat menjadi dua ruangan. Induk dimasukkan secara bersamaan agar saling mengenal. Induk yang telah jodoh ditandai dengan saling mendekati sekat dan apabila sekat telah diangkat induk tidak akan berkelahi.

Setelah induk jodoh di akuarium dapat diletakkan benda yang permukaannya licin seperti piring keramik. Induk akan memebersihkan permukaan benda tersebut setelah itu akan melakukan pemijahan diatasnya.. Setelah induk memijah segera pindahkan priring tadi ke tampat penetasan atau pindahkan induknya saja, sehingga akuarium pemijahan juga berfungsi sebagai akuarium penetasan.

3.9.3 Penetasan Telur

Telur lou han berbentuk oval dengan panjang sekitar 2 mm dan berwarna coklat bening. Telur yang dibuahi adalah yang berwarna bening sedangkan telur yang tidak dibuahi akan berwarna keruh. Telur akan menetas setelah 3-4 hari dengan suhu inkubasi  27 0C. Larva yang menetas akan berputar-putar disekitar tempat pemijahan. Kuning telur larva akan habis pada 3-5 hari setelah penetasan dan membutuhkan pakan dari luar.

3.9.4 Pendederan

Pendederan dilakukan dalam akuarium berukuran cm yang tadi juga berfungsi sebagai akuarium penetasan. Untuk luasan akuarium diatas dapat diisi larva dengan kepadatan 1000 ekor. Pakan untuk larva adalah nauplii Artemia yang baru menetas, diberikan setiap hari dengan frekuensi 3 kali sehari.

Pemberian pakan ke larva berupa nauplii Artemia mulai dilakukan pada hari ke empat setelah menetas, dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari. Pergantian air dilakukan setelah larva berumur 10-20 hari sebanyak 10-20% dilakukan 3 hari sekali.

Setelah benih berumur 20 hari dilakukan peyortiran ukuran ikan. Umur 2 bulan iakn mulai di sortir berdasarkan grade-nya. Grade A bila corak hitam ikan dari pangkal ekor sampai ke operkulum atau lebih dengan badan pendek, grade B apabila corak smpai setengah badan, sedangkan grade C apabila corak hanya di pangkal ekor. Corak setengah badan juga bias masuk kategori C jika berbadan panjang. Kegiatan peyortiran dilakukan setiap 2 minggu. Setelah lebih dari 20 hari benih diberi  pakan berupa kutu air (Daphnia, Moina), nauplii Artemia, dan cacing rambut sebanyak 3 kali sehari. Setelah 2 bulan benih mencapai ukuran 1 inchi atau sekitar 2,5 cm maka benih siap jual.

SUMBER :

http://taufikbudhipramono.blog.unsoed.ac.id/2011/05/12/teknologi-budidaya-ikan-hias-3/

ARTIKEL LAINNYA:

 

 

 


Responses

  1. Mantap infonya gan

  2. Jual produk-produk untuk pembenihan ikan al : Artemia, Spirulina, Ovaprim, Vitamin ikan dll. Untuk informasi dan pemesanan silahkan hub 0812 284 1280 dan PIN BB 2921197E


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: