Oleh: agriefishery | Agustus 8, 2012

IKAN HEAD STANDER (Chilodus punctatus)

3.6. Ikan Head Stander (Chilodus punctatus)

3.6.1. Deskripsi Ikan Headstander

ikan ini dinamakan ikan head tander karena kepalanya selalu kebawah. Ikan headstander termasuk kedalam famili alestidae. Tubuhnya dipenuhi bercak-bercak berwarna coklat. Panjang tubuh mencapai 3.5 cm

Perbedaan morfologi antara jantan dan betina sukar terlihat karena tidak ada beda ciri morfologisnya. Sedikit perbedaan yang ada terletak pada tubuh betina ynag tampak lebih gendut pada saat matang gonad. Ikan ini mulai matang gonad pada umur 4 bulan.

3.6.2 Pemijahan

Pemijahan ikan headstander dilakukan di dalam akuarium berukuran  cm dan diberi aerasi. Pemijahan berlangsung secara massal dan terus-menerus dengan jumlah jantan sebanyak dua ekor dan betina tiga ekor setiap akuarium. Kedalam akuarium pemijahan dimasukkan serabut tali rafia yang diikatkan dengan pemberat dan diletakkkan di dasar akuarium sebagai media peletakan telur. Apabila dalam selang waktu dua minggu tidak ada induk yang memijah, maka induk dipisahkan selama kurang lebih i minggu untuk pematangan gonad.

Pengontrolan telur dilakukan sampai lima kali dalam sehari karena telur tidak dikeluarkan sekaligus. Pengambilan telur dengan cara menyiphonnya. Sisa-sisa telur tersebut dimasukkan kedalam akuarium penetasan.

Penyiponan sisa makanan dan kotoran dilakukan setiap hari dan penggantian air sebanyak 30% dua hari sekali. Makanan untuk induk diberikan berupa cacing rambut, dan chu merah segar atau beku.

3.6.3. Penetasan Telur

Akuarium penetasan yang digunakan berukuran 30x30x20 cm. Sebelum digunakan, akuarium tersebut terlebih dahulu dibersihkan. Air yang digunakan untuk penetasan telur sudah disiapkan dua hari sebelum dipasang. Untuk mencegah serangan jamur, kedalam akuarium penetasan ditambahkan Methylene Blue sebanyak 1 mg/l air. Bila ruangan terlalu terang, wadah penetasan ditutupi dengan plastik hitam untuk mengurangti intensitas cahaya. Inkubasi telur dilakukan selam 4-5 hari.

3.6.4 Pendederan dan Pembesaran

Sehari setelah menetas, larva dipindahkan keakuarium pendederan berukluran cm yang diisi air setinggi 25 cm. Setelah larva berumur 3 hari, diberi pakan verupa naupli Artemia dengan frekuensi pemberian pakan 2-3 kali sehari. Penyiponan sisa-sia makanan dan kotoran dilakukan setiap hari. Pergantian air sebanyak 20-30% dilakukan setelah ikan berumur 10 hari.

Setelah berumur 1 bulan, dilakukan penjarangan ikan dengan kepadatan setiap akuarium sekitar 100 ekor. Diusahakan didalam akuarium ikannya berukuran seragam. Apabila benih sudah mencapai ukuran 1 inchi, makanan diberikan berupa kutu air dan cacing rambut. Pergantian air dilakukan sebanyak 20-30% setiap hari.

Kegiatan pembesaran dilakukan dibak beton atai tangki fiber volume 1 m3. didalam setiap bak diisi ikan sebanyak 500-1000 ekor. Pakan yang diberikan berupa kutu air dan cacing rambut. Pergantian air tetap dilakukan setiap hari sebanyak 20-30%. Biasanya ikan headstander akan di jual setelah berumur 4 bulan.

SUMBER :

http://taufikbudhipramono.blog.unsoed.ac.id/2011/05/12/teknologi-budidaya-ikan-hias-3/

ARTIKEL LAINNYA:

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: