Oleh: agriefishery | Juli 14, 2012

PENENTUAN BENTUK TAMPILAN AQUASCAPE

 

sumber photo : http://blogs.unpad.ac.id/gugun/2010/06/13/aquascape-taman-dalam-air/

Bentuk lay out atau tampilan taman air di akuarium dapat dirinci pada beberapa tahapan antara lain :

1. Imajinasi

Imajinasi merupakan hal yang penting dalam aquascapping. Dalam hal ini kita harus membayangkan taman seperti apa yang akan di bentuk, beberapa bentuk yang dapat digunakan seperti bentuk rerumputan atau hutan lebat atau kombinasi keduanya. Dalam imajinasi tidak ada batasan.

2. Memilih latar belakang

Latar belakang dalam hal ini adalah bagian kaca belakang. Kaca belakang ini akan ditempeli kertas polos berwarna hijau, biru, cokelat, dan sebagainya sesuai dengan selera. Latar belakang disarabkan tidak menggunakan kertas dengan background yang bergambar tanaman air karena akan mematikan setting yang telah dibuat didepannya. Warna yang digunakan pada bagian belakang akuarium biasanya harus  yang memiliki warna kontras dengan warna hijau tanaman air misalnya cokelat, abu-abu, biru atau biarkan warna kaca polos tanpa warna.

3. Memilih bentuk tampilan

Menurut beberapa ahli aquascapping, ada beberapa komposisi tipe tampilan diantaranya adalah :

  • Konkav : tanaman pada bagian samping kiri dan kanan lebih tinggi daripada tanaman air yang di bagian tengah
  • Konvex : tanaman di bagian tengah lebih tinggi daripada tanaman di kedua sisi akuarium
  • Trianguler : tanaman pada salah satu sisi lebih tinggi daripada yang lainnya.
  • Rectanguler : tinggi tanaman tidak beraturan.

4. Memilih aksesoris

Aksesoris merupakan tampilan yang meniru kondisi alam sehingga harus dipilih aksesoris yang sesuai. Aksesoris dalam akuarium biasanya berupa berbagai macam batuan, kayu dan lain-lain. Penggunaan ornamen dari plastik, misalnya jembatan, orang, anak kecil, hewan, atau rumah-rumahan, tampaknya kurang sesuai bahkan akan merusak keindahan akuarium.

Batuan yang dapat digunakan dalam aksesoris akuarium air tawar diantaranya batuan fosil dan batuan sungai yang sudah berlumut. Kayu yang digunakan biasanya kayu akar-akaran seperti akar bakau, mahoni atau akasia yang sudah direndam sekitar 3-5 bulan sebelum dapat tenggelam dengan sempurna. Beberapa jenis kayu mengandung zat tanin yang memberikan efek penurunan pH air sehingga harus diperhitungkan baik – baik dalam penggunaannya.

ARTIKEL LAINNYA:

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: