Oleh: agriefishery | Juni 1, 2012

PAKAN UNTUK UDANG PADA KADAR SALINITAS RENDAH

Pakan Tepat pada Salinitas Rendah

Pemberian pakan buatan pada stadia Post Larvae (PL25 )  memberikan performa produksi budidaya terbaik bila dibandingkan dengan hanya diberi pakan alami (Chironomus sp) beku

Di Indonesia, prospek budidaya udang vannamei pada tambak dengan ari laut bersalinitas(kadar garam) rendah sangat menjanjikan. Ini karena pada beberapa daerah, banyak terdapat tambak yang bersalinitas rendah bahkan mendekati 0 ppt. Tapi pemeliharaan lanjutan udang vannamei di media bersalinitas rendah masih terkendala oleh tingginya tingkat mortalitas sehingga produksi budidaya belum maksimal.

Seperti yang diutarakan Ferdinand Hukama Taqwa, Dosen Program Studi  Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya,Sumatera Selatan, pada media bersalinitas rendah, dibutuhkan aklimatisasi (proses penyesuaian dua kondisi yang berbeda atau dari suatu kondisi ke kondisi baru). “Pada periode tersebut, kelangsungan hidup pascalarva (Post Larvae/PL)udang vannamei masih rendah,” ujarnya.

Kondisi tersebut akan kian parah jika sumber energi yang berasal dari pakan kurang optimal sehingga pertumbuhan dan kelangsungan hidup benur udang vannamei menjadi bermasalah. Pada stadia larva, sumber makanan yang biasa digunakan adalah pakan alami.

Penelitian

Dalam penelitiannya, jelas Ferdinand, udang vannamei dipelihara pada PL25 hingga PL53 di media bersalinitas 2 ppt dengan kadar kalsium 37 ppm, kadar kalium 51 ppm. “Dan diberikan perlakuan perbedaan waktu penggantian pakan buatan,” jelas pria yang penelitiannya menggunakan wadah berupa 15 unit akuarium berukuran 59 x 29 x 40 cm.

Untuk benihnya terlebih dahulu diaklimatisasikan melalui pengenceran salinitas dengan air tawar yang telah ditambahkan kalsium 50 ppm dan kalium 25 ppm secara gradual dari stadia PL20 hingga PL24 selama  empat hari.

Ia menjelaskan, rancangan percobaan berupa rancangan acak lengkap dengan perlakuan yang diterapkan berupa waktu penggantian pakan alami oleh pakan buatan. Yaitu pada hari  ke-1 (A), ke-7 (B), ke-14 (C), ke-21 (D), dan pakan alami (E) selama masa pemeliharaan dengan perulangan sebanyak 3 kali.

Untuk pakan yang diberikan berupa pakan udang komersil (kadar air 10,68%, kadar protein 40,71% bobot kering) dan pakan alami Chironomus sp. beku (kadar air 89,26%, kadar protein 62,76% bobot kering).  Lalu, masing-masing akuarium yang bervolume 50 liter diisi air bersalinitas 2 ppt dengan padat tebar post larvae berjumlah 20 individu. Dalam pemberian pakan dilakukan sebanyak  empat kali per hari secara ad libitum(ikan diberi pakan hingga kenyang atau sampai respon makannya berhenti/tidak mau makan lagi).

Dalam penelitiantersebut, pergantian air dilakukan setiap hari sebanyak 30 – 40% dengan air pengganti yang telah dipersiapkan. Dan dilaksanakan sebelum pemberian pakan pada siang hari. “Penyiponan (penyedotan) sisa-sisa pakan sendiri dilakukan satu kali sehari sebelum penggantian air,” ucapnya.

Dari hasil percobaan menunjukkan, pemberian pakan buatan yang diberikan setelah masa aklimatisasi salinitas (pada awal pemeliharaan PL25) mempunyai  performa produksi budidaya lebih baik dibandingkan dengan hanya diberi pakan alami (Chironomus sp beku).  Dengan masa pemeliharaan dan waktu penggantian pakan alami oleh pakan buatan pada hari ke-7, ke-14, dan hari ke-21.Ditunjukkan dengan tingkat konsumsi pakan, retensi protein, retensi energi, laju pertumbuhan harian, dan efisiensi pakan yang tertinggi.

Maka, Ferdinand menyebut hasil dari percobaannya terhadap produksi sangat signifikan.  Karena kebutuhan nutrisi merupakan salah satu faktor utama penunjang keberhasilan budidaya udang vannamei di media bersalinitas rendah.  “Seperti kajian hasil produksi di beberapa negara seperti Amerika dan Amerika Latin,” ujarnya.

Artikel selengkapnya baca majalah Trobos edisi Mei 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: