Oleh: agriefishery | Mei 30, 2012

AGROPONIK/ MINA KEBUN RAKYAT

Harmoni Kolam Ikan dan Tanaman

Memadukan kolam lele dan gurami dengan tanaman pakan gurami, sayur dan pisang untuk menyiasati lahan kering

Sebuah pesan singkat tentang Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Mina Handayani yang mengembangkan agroponik menuntun TROBOSmenyambangi lokasi yang terletak di lereng bukit Kampung Pereng, Bumirejo, Lendah, Kulonprogo, awal Oktober lalu. Memasuki kampung bertanah kapur itu, keraguan menyelinap, mungkinkan tanah sekering itu memiliki potensi perikanan yang bahkan sempat maju lomba Pokdakan tingkat provinsi.

Setelah bertanya sana-sini, sampailah juga ke kolam terpadu berpagar bambu. Pematang petakan-petakan kolam ikan gurami (gurame) terlihat menghijau terlindung tanaman perdu dan batang-batang pisang yang sedang berbuah, kontras dengan persawahan tadah hujan di sebelahnya yang terlihat mengering. Meski tinggal sedikit, air selokan mengalir tenang, bening menyejukkan.

“Saya Mugiyono,” kata bendahara kelompok itu sambil mempersilahkan duduk di dangau. Ditemani pisang ambon suluh (masak pohon) yang baru saja dipetik dari pematang kolam, dimulailah  obrolan tentang agroponik, yaitu paduan antara budidaya ikan dengan tanaman sayuran, ganja grameh (semacam pohon singkong, tapi khusus dipetik daunnya untuk pakan gurami) maupun buah, terutama pisang.  “Sebenarnya agroponik ini merupakan nama lain dari Mina Kera (Mina Kebun Rakyat) yang lebih dulu populer di Kulon Progo,”ungkapnya.

Konsep Agroponik

Menurut Mugiyono, jauh sebelum istilah agroponik/Mina Kera dikenal, sebenarnya sudah pembudidaya ikan setempat sudah melakukan prinsip-prinsipnya. “Mereka sejak lama menanam sayur, talas dan pohon pisang di sekitar kolam. Semacam tumpangsari tanaman dengan kolam, baik tanaman dalam pot/polybag maupun di tanah,” terangnya.

Menurut Edy Winarno SE, Ketua Pengawas Pokdakan Mina Handayani, prinsip agroponik (agregat hidroponik) adalah menanam dengan media tertentu (termasuk tanah) dengan menggunakan kantong tanam (polybag), tetapi media tanam itu tidak menyediakan nutrisi bagi tanaman. Nutrisi dicukupi justru dari air kolam yang disiramkan.

Agroponik kolam gurami/lele di Pokdakan ini menggunakan air kolam sebagai sumber nutrisi utama bagi tanaman. “Air kolam sudah mengandung nutrisi penting bagi tanaman, seperti amonia, mineral terlarut dan bakteri penyubur,” ungkap  alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Pemahaman itu memang sedikit berbeda dengan definisi agroponik pada literatur yang mengharamkan tanah menjadi media, sesedikit apapun itu. Walaupun prinsip utamanya tetap sama, nutrisi tidak dicukupi oleh media tanam/tanah tetapi oleh air, baik dengan penyiraman biasa maupun penyiraman kontinu (terus menerus air mengucur/menetes ke tanaman).

Di Pokdakan Mina Handayani, istilah agroponik ini akhirnya meluas maknanya bukan hanya untuk ‘tumpang sari’ tanaman dalam polybag dengan kolam, tapi  juga untuk semua tanaman yang berada di sekitar kolam.

Edy menyatakan, hasil dari agroponik ini memang tidak semuanya bersifat komersil. “Hasil panen sayuran untuk dimasak sendiri. Hanya buah pisang di kolam kelompok yang dijual, untuk menambah kas,” ujarnya. Sebulan, paling tidak ada 3 pohon pisang yang berbuah. Setandannya bisa laku Rp 50 ribu – Rp 70 ribu. Sedangkan ganja grameh dan talas, hanya untuk memberipakan gurami saja.

Sayuran di Kolam Lele

Menurut Mugiyono, pembudidaya ikan di Pereng mulai memiliki gambaran yang lebih baik tentang agroponik tanaman sayuran dengan kolam lele yang ada di rumah mereka setelah ibu-ibu Kelompok Wanita Tani setempat mengikuti kursus intensif aplikasi agroponik selama seminggu 5 bulan lalu. “Kami pun mencoba menerapkannya lebih intensif di kolam-kolam lele di sekitar rumah, meski masih sederhana,”ungkapnya.

Mereka menata pot sayuran bayam, sawi, cabai,tomat, dan kangkung ditanam disekeliling kolam terpal yang agak teduh. Setiap petak kolam lele berukuran 4 x 6 m2 bisa ‘menghidupi’ 30 pot sayuran. Sayuran ini disiram dengan air kolam lele setiap pagi dan sore.

Selengkapnya baca majalah Trobos edisi November 2011

SUMBER :

http://www.trobos.com/show_article.php?rid=19&aid=3168


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: