Oleh: agriefishery | Desember 27, 2010

Perawatan Larva RAINBOW FISH

Larva rainbow memasuki masa kritis pada umur 5 hari. Pada umur ini kuning telur pada larva akan habis, sehingga perlu ada pengganti kunig telur tersebut dengan pakan. Pakan yang sebaiknya diberikan pada larva rainbow adalah pakan alami. Pakan alami yang sesuai untuk larva rainbow umur 5 hari adalah infusoria. Infusoria memiliki ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut dari larva rainbow terutama yang mulai belajar makan.

Larva rainbow yang telah habis kuning telurnya perlu belajar dengan memakan pakan yang baru. Untuk melatih belajar makan tersebut maka dilakukan dengan memberikan pakan sedikit demi sedikit. Hal tersebut sebaiknya dilakukan sesering mungkin dengan jumlah yang sedikit demi sedikit, terutama untuk larva yang menetas tidak seragam. Upaya itu dilakukan untuk memastikan seluruh larva yang menetas mendapat pakan. Selain infusoria dapat digunakan pakan buatan suspensi, yaitu pakan buatan yang disaring dengan menggunakan kain halus. Pemberian pakan berupa infusoria dan pakan buatan suspensi ini diberikan pada larva umur 5-6 hari. Pakan alami lebih baik dari pada pakan buatan, karena pakan alami mampu bertahan hidup jika tidak habis dimakan oleh larva.

Pakan alami dapat diberikan setelah larva berumur 7 hari. Pada umur 7 hari larva sudah mulai aktif bergerak dan bukaan mulut dari larva sudah cukup untuk pakan alami berupa artemia. Untuk mengurangi penggunaan artemia, pakan buatan berupa emulsi pakan buatan dapat diberikan untuk mendapinginya. Artemia dan pakan buatan dapat diberikan secara bersealang-seling, selain untuk mengurangi penggunaan artemia juga untuk memenuhi gizi yang diperlukan oleh larva rainbow. Penggunaan artemia dan pakan buatan emulsi dapat diberikan hingga umur larva rainbow 14 hari.

Pada umur 14 hari, larva ikan dapat diberikan pakan alami lain, yeitu cacing sutra atau cacing rambut. Kandungan dari cacing rambut ini sangat tinggi sehingga mendukung pertumbuhan dari larva rainbow. Untuk pengenalan pertama cacing rambut yang diberikan sebaiknya dicacah atau dipotong-potong agar lebih efektif dan mudah dimakan.

Untuk menjaga kualitas air yang ada, perlu dilakukan penyiphonan pada wadah larva. Penyiphonan dilakukan untuk membuang kotoran dari larva dan juga pakan buatan buatan yang ada. Penyiphonan dapat dilakukan setiap 3 hari sekali. Saat penyiphonan system aerasi dimatikan agar kotoran yang ada mengendap didasar perairan. Stelah penyiphonan dilakukan penambahan air agar volume aira yang ada pada wadah sama seperti semula.

Setelah berumur 30 hari larva rainbow menjadi besar, namun warna tubuhnya masih belum tampak. Karena ukurannya yang mulai besar, maka perlu tempat yang lebih luas agar proses pertumbuhan tidak terhambat. Untuk itu sebaiknya dipindah ke tempat pendederan.

SUMBER :

Nasution, S.N.. 2000. Ikan Hias Air Tawar : Rainbow. Penebar Swadaya. Jakarta.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: