Oleh: agriefishery | Desember 27, 2010

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI ABALON

klasifikasi dan morfologi

Abalon (Haliotis asinina) merupakan komoditas baru dalam akuakultur Indonesia yang perlu dikembangkan karena dua hal utama. Pertama, organisme ini memiliki tingkatan trofik yang rendah, yaitu konsumen tingkat pertama (herbivora) dengan makanan utama rumput laut. Kedua, abalon masih memiliki harga yang tinggi, bahkan merupakan salah satu makanan mewah baik di dalam maupun luar negeri. Di Indonesia terdapat spesies Abalon Mata Tujuh (Haliostis asinina atau Medao: bahasa lokal Lombok) yang ukurannya relatif cukup besar dan mudah ditemukan di daerah subtidal.

Menurut Cox (1962), klasifikasi Abalon adalah sebagai berikut :

Kingdom         : Invertebrata

Filum               : Mollusca

Kelas               : Gastropoda

Subkelas          : Prosobaranchia

Ordo                : Diatocardia

Famili              : Haliotidae

Genus              : Haliostis

Spesies            : Haliostis assiana

Haliostis assiana memiliki ciri khas lubang terbuka di cangkangnya sebanyak enam atau tujuh buah dan kaki yang lebih besar dari bukaan cangkangnya (Hegner dan Engeman, 1968). Abalon ini memiliki epipoda di sekeliling tubuhnya yang diselingi oleh tentakel-tentakel epipodial, keduanya berfungsi sebagai alat peraba. Lubang ketujuh pada cangkang abalon akan tertutup jika lubang baru di cangkang bagian depan terbentuk. Semua organ-dalam abalon berada tepat di bawah cangkang. Gonad abalon menutupi hati yaitu di bagian kanan (bila dilihat dari sisi dorsal). Organ ini melengkung seperti tanduk melingkari otot dorsal bagian posterior. Pada bagian depan tubuhnya terdapat sepasang mata dan sepasang tentakel sefalik yang panjang (Gilbert, 1949 dalam Feisal, 2004).

 

Lubang pada cangkang abalon berfungsi sebagai jalan air. Air akan masuk melalui bukaan cangkang anterior, seterusnya melalui insang yang bekerja mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Air kemudian akan dikeluarkan kembali melalui lubang respirasi ini. Arus di daerah dangkal tempat abalon bercangkang halus hidup, lebih cepat dan bergelombang tinggi (Tissot, 1992). Lubang yang tidak menonjol dan cangkang yang halus pada H. Asinina menandakan aliran air dalam rongga mantel dibantu oleh gerakan silia (Tissot, 1992).

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: