Oleh: agriefishery | April 15, 2010

BIOLOGI DAN EKOLOGI RUMPUT LAUT

Dalam sistematik tumbuh-tumbuhan pada tahun 1838 Unger’s memasukkan tumbuhan algae kedalam divisi Thallophyta, yaitu tumbuhan yang mempunyai struktur kerangka tubuh yang tidak berdaun, berbatang dan berakar, semua terdiri dari batang (thallus). Dalam divisi Thallophyta ini juga termasuk jamur (fungi) dan lumut kerak (lichenes).

Divisi Thallophyta diangkat menjadi 7 fila oleh Round (1965), yaitu Eugleunophyta, Chlorophyta, Chrysophyta, Pyrrophyta, Phaeophyta, Rhodophyta dan Cryptophyta. Untuk menentukan divisi dan mencirikan kemungkinan hubungan filogenetik diantara kelas secara khas dipakai komposisi plastida pigmen, persediaan karbohidrat dan komposisi dinding sel.

Rumput laut  atau Algae laut tumbuh hampir diseluruh bagian hidrosfer sampai batas kedalaman sinar matahari masih dapat mencapainya. Beberapa jenis rumput laut hidupnya kosmopolit, mendunia. Rumput laut hidup sebagai fitobenthos dengan menancapkan atau melekatkan dirinya pada substrat lumpur, pasir, karang, fragmen karang mati, batu , kayu dan benda keras lainnya. Ada pula yang menempel pada tumbuhan lain secara epifitik.

Faktor oseanografis (fisika, kimia dan dinamika) dan macam substrat sangatlah menentukan pertumbuhan rumput laut. Sinar matahari adalah faktor utama yang diperlukan untuk kehidupan rumput laut. Pada kedalaman yang tidak terjangkau sinar matahari tidak memungkinkan rumput laut dapat hidup. Nutrisi dalam proses kehidupan diperoleh dari media air laut yang diserap secara difusi oleh thallus rumput laut.  Iklim dan letak geografis sangat menentukan jenis rumput laut yang dapat tumbuh.

Dari hasil fotosintesa rumput laut menghasilkan beberapa zat yang penting dan mempunyai nilai ekonomis. Rumput laut merah (Rhodophyceae) menghasilkan floridin starch, mannoglycerate dan floridosida. Lebih spesifik lagi dikenal dengan polisakarida berupa agar-agar dan karaginan. Rumput laut cokelat (Phaeophyceae) menghasilkan alginat. Rumput laut hijau (Chlorophyceae) menghasilkan kanji dan lemak.

Perkembangbiakan  rumput laut pada dasarnya ada dua macam, yaitu secara kawin (generatif) antara gamet jantan dengan gamet betina  dan secara tidak kawin dengan cara vegetatif, konjugatif dan perseporaan .

SUMBER :

Profile Rumput laut Indonesia. 2003. Direktorat Jenderal Budidaya. departemen Kelautan dan perikanan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: