Oleh: agriefishery | Maret 30, 2010

KEUNTUNGAN BUDIDAYA LELE

Menurut Dwika (2002), budidaya ikan lele sangat menguntungkan bila ditinjau dari beberapa aspek, aspek tersebut diantaranya adalah :

  1. Aspek Pemanfaatan lahan

Budidaya lele dapat memanfaatkan lahan kritis yang tidak bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian, dapat dimanfaatkan sebagai tempat budidaya ikan lele, karena lele dapat hidup di perairan yang minim dan kualitas air yang kurang baik dan bahkan minim oksigen karena lele mempunyai alat bantu pernafasan berupa arborescent yang dapat mengambil oksigen langsung dari udara.

2. Aspek Teknologi

    Budiday lele sangat mudah untuk dilakukan dan tidak membutuhkan suatu teknologi yang mutakhir. Teknologi yang diperlukan dalam budidaya ikan lele adalah ilmu titen, telaten dan tekun. Titen berarti cermat pada setiap perubahan yang terjadi pada kondisi perairan tempat memelihara ikan dan kondisi ikan yang dipelihara. Telaten berarti tidak mudah putus asa dalam menghadapi setiap kendala dalam budidaya ikan. Tekun berarti harus rajin, tidak mempunyai rasa malas dan putus asa dalam melakukan usaha budidaya ikan.

    3. Aspek Ekonomi

      Budidaya lele dapat dilakukan oleh setiap orang dengan modal yang sedikit, sehingga dapat dilakukan dalam skala rumah tangga. Hasil dari budidaya ikan dapat dikonsumsi sendiri sebagai pemenuhan gizi keluarga dan hasil lebihnya dapat dijual sebagai tambahan pendapatan keluarga, sehingga keluarga tersebut akan lebih sejahtera.

      4. Aspek Sosial

        Komoditas hasil budidaya yaitu ikan lele dapat diterima oleh masyarakat luas dan dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, berbagai adat, berbagai suku, dan agama. Sehingga dengan kata lain bahwa budidaya lele tidak bertentangan dengan Suku, Agama, Ras dan Adat istiadat yang ada di masyarakat Indonesia.

        Kelebihan dan keunggulan budidaya lele yang dilihat dari berbagai aspek diimbangi dengan konsumsi lele pada beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat. Dahulu lele dipandang sebagai ikan murahan dan pada umumnya hanya  dikonsumsi oleh keluarga petani saja, sekarang  konsumen untuk lele semakin meluas. Rasa daging yang khas  dari lele menjadi kegemaran masyarakat luas. Bahkan banyak Lestoran besar yang menghidangkannya, oleh karena itu harga lele meningkat.

        Pemeliharaan lele pada awalnya hanya sebagai kegiatan sambilan, dipelihara dalam kolam-kolam pekarangan yang menampung air limbah rumah tangga. Lele memang memiliki sifat yang tahan hidup di dalam lingkungan yang kotor dan kekurangan oksigen akibat proses pembusukan yang terjadi. Dalam kolam pekarangan, lele diberi makanan sisa dapur sehingga pertumbuhan lele menjadi lambat. Sebagai ikan konsumsi yang semakin meningkat maka para petani terdorong untuk memproduksi lele lebih banyak, sehingga teknik pemeliharaan juga ditingkatkan.

        SUMBER :

        Dwika, H, 2002. Petunjuk Pelaksanaan. Monitoring Lingkungan Budidaya Air Tawar. Departemen Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan.

        Iklan

        Responses

        1. semoga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan yg jelas dpt utk pengobat stresss….
          thx infonya

        2. salam kenal… Wah..menarik, bagaimana prospek pemasaran ikan lele di belitung? bagaimana dengan permintaan pasar di belitung? punya data pemain lele di belitung? thanks

        3. Bongkar rahasia ternak ikan lele yang benar dari NOL.
          http://www.cdbudidayalele.co.cc


        Tinggalkan Balasan

        Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

        Logo WordPress.com

        You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

        Gambar Twitter

        You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

        Foto Facebook

        You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

        Foto Google+

        You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

        Connecting to %s

        Kategori

        %d blogger menyukai ini: