Oleh: agriefishery | Februari 18, 2010

REPRODUKSI KARANG

REPRODUKSI  KARANG
terumbu karang

Seperti hewan lain, karang memiliki kemampuan reproduksi secara aseksual dan seksual.

™  Reproduksi aseksual adalah reproduksi yang tidak melibatkan peleburan gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum). Pada reproduksi ini, polip/koloni karang membentuk polip/koloni baru melalui pemisahan potongan-potongan tubuh atau rangka. Ada pertumbuhan koloni dan ada pembentukan koloni baru

™  Reproduksi seksual adalah reproduksi yang melibatkan peleburan sperma dan ovum (fertilisasi). Sifat reproduksi ini lebih komplek karena selain terjadi fertilisasi, juga melalui sejumlah tahap lanjutan (pembentukan larva, penempelan baru kemudian pertumbuhan dan pematangan).

Reproduksi Aseksual

Reproduksi Seksual

Karang memiliki mekanisme reproduksi seksual yang beragam yang didasari oleh penghasil

gamet dan fertilisasi. Keragaman itu meliputi:

A.  Berdasar individu penghasil gamet, karang dapat dikategorikan bersifat:

1. Gonokoris

Dalam satu jenis (spesies), telur dan sperma dihasilkan oleh individu yang berbeda. Jadi ada karang jantan dan karang betina Contoh: dijumpai pada genus Pori tes dan Galaxea

2. Hermaf rodit

bila telur dan sperma dihasilkan dalam satu polip. Karang yang hermaf rodit juga kerap kali  memiliki w aktu kematangan seksual yang berbeda, yaitu

•  Hermaf rodit yang simultan Æ menghasilkan telur dan sperma pada w aktu bersamaan dalam kesatuan sperma dan telur (egg-sperm packets). Meski dalam satu paket, telur baru akan dibuahi 10-40 menit kemudian yaitu setelah telur dan sperma berpisah.  Contoh: jenis dari kelompok Acroporidae, favidae

•  Hermaf rodit yang berurutan, ada dua kemungkinan yaitu

—  individu karang tersebut berfungsi sebagai jantan baru, menghasilkan sperma  untuk kemudian menjadi betina (protandri), atau

—  jadi betina dulu, menghasilkan telur setelah itu menjadi jantan (protogini)

Contoh: Stylophora pistillata dan Goniastrea favulus

Meski dijumpai kedua tipe di atas, sebagian besar karang bersifat gonokoris

B.  Berdasar mekanisme pertemuan telur dan sperma

1.  Brooding/planulator

Telur dan sperma yang dihasilkan, tidak dilepaskan ke kolom air sehingga fertilisasi secara internal. Zigot berkembang menjadi larva planula di dalam polip, untuk kemudian planula dilepaskan ke air. Planula ini langsung memiliki kemampun untuk melekat di dasar perairan untuk melanjutkan proses pertumbuhan.

Contoh: Poci l lopora damicornis dan Stylophora

2. Spawning

Melepas telur dan sperma ke air sehingga fertilisasi secara eksternal. Pada tipe ini pembuahan telur terjadi setelah beberapa jam berada di air.

Contoh: pada genus Favia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: