Oleh: agriefishery | Januari 7, 2010

FILTER VEGETASI UNTUK MENJAGA KUALITAS AIR

Biofilter melalui tanaman air

Memanfaatkan tanaman air sebagai bagian dari sistem filter biologi terbukti efektif menjaga kejernihan kualitas air. Teknologi sederhana ini selain ekonomis, juga mudah merawatnya dan yang pasti ramah lingkungan.

Di alam sistem biofilter dapat terjadi dengan sendirinya. Kualitas air danau yang menampung berbagai bahan racun dari limbah buangan rumah tangga tersaring secara alami oleh tumbuhan air yang banyak tumbuh di tepian danau. Tanaman air ini terbukti dapat menyerap zat racun yang dikeluarkan oleh kotoran dan urine ikan. Zat racun juga bisa berasal dari limbah seperti logam berat dan bahan polutan lainnya. Dalam hal ini tanaman air dapat sangat efektif untuk mengontrol pertumbuhan lumut sehingga serapan hara untuk ikan dapat maksimal. Tanaman air juga efektif meningkatkan kadar oksigen dalam air melalui proses fotosintesis. Dalam hal ini karbondioksida dalam air diserap dan digantikan oleh oksigen. Kita mengetahui bahwa kadar karbondioksida yang berlebihan mengganggu kestabilan pertumbuhan ikan di dalam air.

dsc07360 Proses fotosisntesis dari tanaman air seperti inilah yang diterapkan pada sistem biofilter melalui tanaman. Teknologi sederhana dan ramah lingkungan dari sistem filter seperti ini telah diterapkan pada sebuah kolam ikan koi di The Cibodas, sebuah vila di Puncak – Jawa Barat. Kolam utama untuk memelihara ikan ini berbentuk persegi panjang dan sangat luas dengan sebuah pendopo ‘mengapung’ di bagian tengahnya. Kolam yang difungsikan untuk filter selebar 150 cm ini mengelilingi kolam utama yang dibagi lagi menjadi petak-petak selebar 200 cm. Di dalam petak-petak kecil itulah proses filterisasi secara biologi terjadi.

dsc07359 Cara kerjanyapun sangat sederhana yaitu pada setiap petak yang kedalamannya sekitar 20 cm, dilapisi dengan batu zeolit yang fungsinya melekatkan lumut di seluruh permukaannya. Untuk tanaman air dapat digunakan eceng gondok (Eichornia crassipes) yang tumbuhnya mengapung di permukaan air. Air dari kolam masuk ke dalam pipa melalui saluran pralon yang diberi lubang di seluruh permukaannya. Selanjutnya, air akan tersaring secara alami oleh tanaman eceng gondok sehingga air menjadi lebih jernih. Kemudian air yang jernih ini dialirkan kembali ke dalam kolam secara alami melalui proses gravitasi berdasarkan perbedaan ketinggian tempat.

Selain bermanfaat dalam membantu menjernihkan air kolam, tanaman eceng gondok yang berbunga juga dapat menjadi elemen dekoratif mempercantik tampilan kolam.

TIPS :

Luasan untuk area filter minimal 10 % dari total luas kolam. Semakin tinggi persentasenya semakin sempurna pula proses penyaringannya.

Untuk jenis tanaman air yang dapat membantu filterisasi pilihlah jenis tanaman yang mengapung seperti eceng gondok, jenis tanaman terendam seperti Hydrilla dan jenis tanaman yang perakarannya tertanam di bagian dasar seperti lotus.

Pertumbuhan tanaman air harus senantiasa dikontrol jumlahnya. Jumlah yang terlalu berlebihan dalam setiap petak filter dapat mengganggu aliran air baik dari kolam maupun ke dalam kolam.

Kejernihan air dengan sistem biofilter melalui tanaman memang tidak sejernih sistem buatan lainnya. Namun, teknologi sederhana ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga lingkungan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: