Oleh: agriefishery | Desember 20, 2009

SYARAT HIDUP PERTUMBUHAN AZOLLA

Menurut Arifin (1996), pertumbuhan azolla dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti air, temperatur, dan cahaya. Air merupakan prasarat bagi kelangsungan hidup azolla karena merupakan tempat untuk mengambil mineral. Dalam proses pertumbuhan dan fiksasi N2 di penagruhi oleh temperatur, kualitas dan kuantitas cahaya,gas alam, dan lain-lain. Pada siang hari _ªngan cuaca cerah, aktivasi fiksasi N2 udara sekitar 8-10 %, lebih tinggi daripada dalam keadaan berawan atau hujan. Pada malam hari, aktivasi fiksasi N2 udara hanya 25-30 %. Adapun faktor lingkungan yang menjadi syarat untuk pertumbuhan azolla adalah sebagai berikut :

1. Derajat Keasaman Air dan Tanah

Azolla dapat hidup dilahan yang mempunyai derajat keasama tanah 3,5-10 bila faktor-faktor lainnya telah memenuhi syarat pertumbuhannya. Tanah dengan pH terlalu rendah dapat menumbulkan keracunan alumunium (Al) dan besi (Fe) serta difesiensi fosfor. Agar pertumbuhan azolla menjadi baik, pH tanah optimum berkisar 4,5-7 dan pH air optimum berkisar 5-6. Derajat keasaman air yang demikian dapat menghasilkan azolla segar dengan laju pertumbuhan tertinggi.

2. Unsur Hara

Unsur hara yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan azolla, terutama unsur fosfor (P). Tanah yang baik bagi pertumbuhan azolla biasanya mempunyai kandungan fosfat tinggi, tetapi kapasitas absorbsi fosfat rendah. Kekurangan fosfat pada tumbuhan azolla ditandai oleh penampilan pertumbuhan yang kecil, warna agak merah sampai merah tua, vigor rendah, dan total nitrogen (N) dalam azolla rendah. Kekurangan fosfat yang sangat parah akan menyebabkan daun azolla mengerut, berwarna merah kehitam-hitaman, dan pertumbuhan akar menjadi keriting.

3. Air

Ketersediaan air harus terjamin dan mencukupi selama pertumbuhan azolla.ini disebabkan azolla merupakan tumbuhan air yang tumbuh dan berkembang diatas permukaan air. Air yang cukup selama pertumbuhannya dapat meningkatkan laju pertumbuhan relatif, total biomas, dan kandungan nitrogen. Disamping itu, azolla menghendaki kualitas air yang baik dan bebas dari pencemaran.

4. Tanah

Tekstur tanah sebaiknya tidak porous (sarang) agar kehilangan air yang cukup banyak akibat infiltrasi maupun perkolasi dapat dihindari. Pada daerah dengan pengairan terbatas, struktur tanah liat lebih baik bagi pertumbuhan azolla di bandingkan tanah berpasir karena porositas tanah liat lebih kecil.

5. Temperatur

Temperatur merupakan salah satu faktor lingkungan penting bagi pertumbuhan azolla. Temperatur optimum berkisar 20-35o C.

Perbandingan unsur-unsur yang terkandung dalam pupuk kandang dari berbagai jenis hewan bergantung dari perbandingan makanan dan jenis yang diberikan. Selanjutnya Buckman dan Brady (1982), menambahkan bahwa usia (keadaan dan individu hewan), hamparan yang dipakai serta perlakuan dan penyimpanan pupuk sebelum diberikan pada tanah juga sangat mempengaruhi perbandingan kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang. Rumput kering atau jerami mengandung hanya sedikit Nitrogen dan Phosfat, sedang Kalium berada dalam bentuk persenyawaan mudah larut. Perbandingan unsur-unsur yang terkadung dalam pupuk kandang dari berbagai jenis hewan bergantung dari perbandingan makanan dan jenis yang diberikan. Rumput kering atau jerami mengandung hanya sedikit Nitrogen dan Phosfat namun banyak mengandung Kalium. Pupuk kandang padat yang berasal dari kotoran ternak ayam biasanya terdiri dari 1 persen N, 0,80 persen P2O5, dan 0,40 persen K2O, untuk kotoran ternak sapi mengandung 0,40 persen N, 0,20 persen P2O5,dan 0,10 persen K2O, dan kotoran ternak kambing terdiri dari 0,75 persen N, 0,50 persen P2O5,dan 0,45 persen K2O.

Kandungan hara dalam pupuk anorganik terdiri atas unsur hara makro utama yaitu nitrogen, fosfor, kalium; hara makro sekunder yaitu: sulfur, calsium, magnesium; dan hara mikro yaitu: tembaga, seng, mangan, molibden, boron, dan kobal. Pupuk anorganik dikelompokkan sebagai pupuk hara makro dan pupuk hara mikro baik dalam bentuk padat maupun cair. Berdasarkan jumlah kandungan haranya pupuk anorganik dapat dibedakan sebagai pupuk tunggal dan pupuk majemuk (Anonim, 2004).

Iklan

Responses

  1. makasih artikelnya…. Kalo bisa ditambah lagi.

  2. nice post! ~
    kalo blh tw judul buku yg d tulis oleh pk Arifin ap y, saia butuh bwt referensi
    thx,

  3. lagi mulai belajar ni gan.. tapi runmputnya mati trus.. kira2 pupuk apa yang bagus ya gan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: