Oleh: agriefishery | Desember 15, 2009

Minim, Penyelamatan Terumbu Karang Pantura Jatim

Selasa, 15 Desember 2009 | 22:11 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com – Penyelematan terumbu karang di kawasan pantai utara Jawa Timur sangat memprihatinkan. Saat ini, pembuatan terumbu karang buatan hanya dilakukan di dua daerah, yaitu Kabupaten Situbondo dan Sampang dengan jumlah 100 unit terumbu karang buatan. Padahal 60 persen terumbu karang di sepanjang pantai utara Jawa Timur rusak parah.

Penyelematan terumbu karang dilakukan di Situbondo dengan memasang sebanyak 50 unit terumbu karang buatan dan di Sampang dengan 50 unit terumbu karang buatan. Setiap unit terumbu karang buatan berisi lima kubus sehingga total terdapat 500 kubus terumbu karang yang tertanam di laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Kardani, Selasa (15/12/2009), di Surabaya mengatakan, pihaknya sebenarnya ingin memasang terumbu karang buatan di seluruh kawasan pantai utara Jatim yang mengalami kerusakan parah. Namun, pemasangan menghabiskan biaya tinggi.

Menurut Kardani, pemasangan satu unit terumbu karang menghabiskan dana Rp 650.000. Dengan demikian, pemasangan 100 unit terumbu karang menghabiskan dana sekitar Rp 65 juta.

Kerusakan terumbu karang terparah terjadi di pesisir Laut Utara Jawa Timur, mulai Kabupaten Tuban, Lamongan, hingga Gresik, serta pesisir Pulau Madura. Sejauh ini, langkah yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur baru sebatas sosialisasi larangan penggunaan alat tertentu, seperti bom ikan dan racun sianida.

Tak ada kemauan

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Kelautan dan Perikanan Jatim, Oki Lukito menilai pemerintah tak memiliki kemauan serius untuk menyelamatkan kerusakan terumbu karang. “Pemerintah provinsi dan daerah berlomba-lomba membangun infrastruktur pelabuhan di beberapa tempat tapi kurang semangat untuk melakukan penyelamatan terumbu karang,” paparnya.

Menurut Oki, dalam dana APBD perubahan Pemprov Jatim 2009, Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim memperoleh tambahan dana sekitar Rp 100 miliar. Tapi, alokasi untuk penyelamatan terumbu karang rata-rata hanya Rp 200 juta per tahun.

Oki menegaskan, penyelematan terumbu karang di pantai utara Jatim mendesak dilakukan. Setiap bulan, sekitar 20 ton terumbu karang pantai utara Jatim diambil.

Pengambilan terumbu karang melanggar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perikanan dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang konservasi sumberdaya ikan.

sumber : http://www.kompas.com

Iklan

Responses

  1. wah wah kenapa memprihatinkan? kembali pada kesadaran masyarakat Indonesia yang sangat rendah pada alamnya..
    salam kenal (alfarolamablawa.wordpress.com)

    • harap maklum…
      kebanyakan dari kita baru akan tahu setelah lingkungan kita rusak baru berusaha memperbaikinya
      sama halnya dengan budaya yang diklaim negara lain
      karena itu mari bertindak bersama dan jaga kelestarian lingkungan sejak dini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: