Oleh: agriefishery | Agustus 8, 2012

BUDIDAYA IKAN GREEN TIGER (Puntius tetrazona)

 

3.5. Ikan Green Tiger (Puntius tetrazona)

Ikan green tiger atau “The most green tiger barb fish” adalah salah satu jenis ikan air tawar yang unik. Keunikan ikan ini dilihat dari pola warna dan pola garisnya. Pola warna yang tampak adalah warna hitam, hijau dan albino. Sedangkan pola garis yang tampak adalah “green tiger” dengan bar di badan berwarna hijau atau hitam yang luasannya besar, dan pola sumatera dengan 4 bar kecil.

Pada keturunan generasi pertama hasil perkawinan antara sumetera dan green tiger didapat pola garis sumatera dan pola garis green tiger, sedangkan pola warna yang tampak adalah hitam, hijau dan albino. Pada generasi kedua dari perkawinan antara green tiger dengan green tiger diperoleh pola warna dan garis yang sama dengan generasi pertama. Perkawinan antar jenis ikan sumatera akan menghasilkan semuanya ikan sumatera.

3.5.1. Deskripsi Ikan Green Tiger

Ikan green tiger dikenal dengan “The most green tiger barb fish” merupakan hasil mutasi dari jenis sumatera. Ikan ini memiliki sisik berwarna hijau dan hitam dengan pola yang khas pada sisi tubuhnya. Ujung sirip punggung dan sirip analnya berwarna merah kehitaman, sedangkan sirip lainnya berwarna kemerahan transparan.

3.5.2. Pemeliharaan Induk

Pemeliharaan induk green tiger dilakukan ditangki fiber atau bak beton. Pemeliharaan induk jantan dan betina dilakukan secara terpisah. Bak beton yang digunakan berukuran  cm dengan ketinggian air 35 cm. Pakan yang diberikan pada pemeliharaan induk ini adalah cacing rambut, atau kutu air dengan frekuensi pemberian dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Sedangkan penggantian air dilakukan 2 hari sekali sebanyak 30% dari volume wadah.

3.5.3 Pemijahan

Pemijahan ikan green tiger dilakukan didalam akuarium berukuran  cm dengan ketinggian air 15 cm yang diaerasi terusa menerus dengan kekuatan sedang. Sebagai spawning ground digunakan eceng gondok yang sekaligus berfungsi sebagi pelindung telur-telur dari pemangsaan induknya setelah pemijahan dan juga merupakan tempat persembunyian induk betina dari kejaran induk jantan setelah pemijahan selesai. Untuk mencegah agar induk tidak memakan telurnya dapat dibuatkan trap/penghalang yang dipasang beberapa senrimeter diatas dasar akuarium. Trap tersebut dapat dibuat dari jaring hapa bekar yang diberi rangka sesuai dengan ukuran akuarium.

Induk jantan dimasukkan keakuarium terlebih dahulu untuk memberi kesempatan bagi induk jantan menguasai lingkungan pemijahan. Setelah pemijahan selesai kedua induk segera diangkat dari akuarium pemijahan.

3.5.4 Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva/Benih

Setelah kedua induk ikan diangkat, telur-telur dibiarkan menetas didalam akuarium pemijahan tersebut. Untuk mencegah serangan jamur, kedalam akuarium penetasan ditambahkan Methylene Blue 1 mg/l air.

Larva ikan baru diberi makan setelah berumur 4 hari berupa nauplii Artemia yang baru menetas, kemudian secara bertahap diberi kutu air dan cacing rambut. Larva ikan yang baru menetas sampai berumur kurang lebih 15 hari tetap dipelihara dalam akuarium pemijahan, selanjutnya ikan dapat didederkan di bak beton atau kolam dan sawah yang sudah dipupuk sehingga tumbuh banyak makanan alami.

SUMBER :

http://taufikbudhipramono.blog.unsoed.ac.id/2011/05/12/teknologi-budidaya-ikan-hias-3/

ARTIKEL LAINNYA:

 

 

 

 

About these ads

Responses

  1. Jual produk-produk untuk pembenihan ikan al : Artemia, Spirulina, Ovaprim, Vitamin ikan dll. Untuk informasi dan pemesanan silahkan hub 0812 284 1280 dan PIN BB 2921197E


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: