Oleh: agriefishery | Agustus 8, 2012

BUDIDAYA IKAN DISKUS (Symphisodon spp)

3.16 Ikan Diskus (Symphisodon spp)

3.16.1 Deskripsi Ikan Diskus

Ikan diskus berasal dari Rio Negro dan perairan tenang Sungai Amazon. Sifatnya omnivora dan gerakannya sangat halus. Ikan inipun terkenal sebagai ’King of Aquarium’. Ikan diskus memiliki fekunditas antara 100-300 butir telur. Ikan ini banyak diminati oleh konsumen ikan hias karena warna serta bentuk tubuh yang indah. Karena itu pula permintaan akan ikan diskus terus berjalan baik untuk pasar lokal maupun ekspor.

Ciri-ciri ikan diskus secara umum antara lain sebagai berikut :

  • Bentuk badan pipih dan seperti lingkaran jika dilihat dari samping.
  • Pola warna disepanjang tubuhnya berupa gari-garis pendek dengan warna garis berbeda-beda sesuai dengan jenisnya.

Ada empat spesies diskus yang dibudidayakan antara lain Heckel Discus, Brown Discus, Green Discus dan Blue Discus. Suhu yang baik untuk pemeliharaan diskus berkisar 25-30O C. Sementara kisaran kualitas air seperti keasaman (pH) cukup lebar sekitar 5-6, 5 dan kekerasan air lunak antara 3-5O dH.

3.16.2 Pemeliharaan Induk

Usaha Pembenihan. Pemijahan ikan diskus dimulai dengan seleksi induk, dengan ciri-ciri antara lain tidak cacat, sehat, tampak aktif, bentuknya proporsional, ukurannya terbesar diantara kelompok umurnya, gemuk, mulut relatif besar, dan berumur lebih dari setahun. Usaha pembenihan ini dimulai dari pemeliharaan induk untuk mencapai kematangan gonad, kemudian dilanjutkan dengan proses pemijahan, penetasan, pemeliharaan larva hingga pendederan. Induk ikan diskus dapat dibedakan antara jantan dengan betina berdasarkan tanda-tanda pada tubuhnya (Tabel 3.2).

Tabel 3.2. Perbedaan Induk Jantan dan Induk Betina pada Ikan Diskus

Bagian yang diamati Ikan Jantan Ikan Betina
1. Alat kelamin Runcing Lebar dan bulat
2. Bentuk bibir Bibir atas lebih menonjol Simetris dan sama besar antara bibir atas dan bawah
3. Bentuk hidung Bentuk agak bengkok Bentuk lurus
4. Bentuk sirip dubur Bentuk lurus Bentuk bulat
5. Pola warna Cerah dan menyebar ke seluruh tubuh Sedikit warna pada wajah dan badan

Pemeliharaan calon induk ikan diskus dilakukan dengan mencempurkan ikan jantan dan betina pada satu akuarium ukuran  cm. Induk dibiarkan memilih pasangannya sendiri dalam kelompok calon induk. Bila sudah tampak berpasangan dengan terus berenang bersama maka pasangan induk tersebut dapat dipisahkan dari kelompoknya. Pakan untuk induk dapat berupa pakan alami (cacing darah dan jentik nyamuk) atau pakan buatan pakan seperti pelet khusus untuk diskus.

3.16.2 Pemijahan dan Pemeliharaan Larva

Pemijahan induk dilakukan per pasang pada akuarium ukuran cm. Sarang telur biasanya dibuat dari potongan paralon atau sarang buatan yang terbuat dari tanah liat yang diletakkan di pojok atau tengah akuarium pada posisi berdiri. Seperti halnya ikan lain, induk diskus pun akan membersihkan sarangnyasebelum meletakkan telur-telurnya.

Induk ikan diskus bersifat parental care dimana telur dan larva yang dihasilkannya akan dirawat/diasuh. Sehingga telurnya tidak dapat dipisahkan dari induknya dan dibiarkan menetas dalam wadah pemijahan. Telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 2-3 hari. Larva ini akan terus menempel pada induknya hingga berumur seminggu. Biasanya larva akan berenang setelah berumur seminggu. Selanjutnya larva akan ’menyusu’ pada induknya dengan memakan lendir yang terdapat pada tubuh induknya.

Walaupun ikan ini bersifat merawat telur dan anaknya tapi ada juga induk yang memakan telur-telurnya. Sementara larva yang sudah berenang tidak ikut dimakan. Olah karena itu, biasanya peternak memberi sekat untuk membatasi induk dengan telurnya.

Pakan untuk larva ikan diskus berasal dari induknya, namun akan lebih baik lagi jika ditambahkan naupli Artemia atau kutu air saring. Bila larva sudah pisah dari induk, pakannya dapat diganti dengan kutu air besar.  Diskus berumur sebulan atau lebih bisa diberi pakan cacing sutera, cacing darah, jentik nyamuk atau pakan buatan jika ikan sudah dewasa. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali sehari.

Untuk menjaga kualitas air dilakukan pergantian air atau siphon setiap 1-2 hari sekali sebanyak sepertiga atau setengah volume air. Ukuran 4 cm atau berumur sekitar  3 bulan mulai dapat dipanen dan dijual.

Pembesaran ikan diskus umumnya dilakukan di akuarium ukuran cm. Pemberian pakan berupa pakan alami seperti Daphnia (kutu air) dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari. Untuk menjaga kualitas air, minimal 2 hari sekali dilakukan penyiphonan.

SUMBER :

taufikbudhipramono.blog.unsoed.ac.id/2011/05/12/teknologi-budidaya-ikan-hias-3/

ARTIKEL LAINNYA:

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: