Oleh: agriefishery | Juni 1, 2012

PAKAN IKAN DARI TEPUNG DAUN SINGKONG

Tepung Daun Singkong untuk Pakan Ikan

Protein tepung daun singkong bisa menggantikan protein tepung ikan sebesar 20 % dalam pakan

Siapa yang tidak kenal singkong (Manihot utilissima). Tumbuhan tersebut mudah dijumpai di areal perkebunan atau tak jarang di halaman belakang rumah. Ini karena singkong gampang ditanam. Di berbagai belahan dunia, seperti Afrika, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Asia (termasuk  Indonesia), umbi-umbian yang bisa tumbuh di daerah tropis maupun sub tropis ini bahkan menjadi makanan pokok bagi sebagian masyarakat.
Tak hanya bisa dikonsumsi manusia, singkong ternyata juga bagus untuk dijadikan pakan ikan, terutama pada daunnya. Adalah Sukarman, Peneliti Nutrisi Ikan di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Depok, Jawa Barat yang melakukan penelitian dengan membuat tepung daun singkong sebagai alternatif sumber protein untuk pakan ikan.
Penelitian ini didasari atas keprihatinan akan kian melambungnya harga tepung ikan (bahan baku protein pakan) dari hari ke hari. Karenanya, harga pakan jadi terus meroket dan kian membebani pembudidaya ikan.
Sukarman menyebutkan, daun singkong adalah bahan baku protein pakan yang murah dan mudah didapat. Produksi singkong Indonesia yang mencapai 21 juta ton per tahun menduduki peringkat ke-4 dunia setelah Nigeria, Thailand, dan Brasil. ”Jadi tak perlu pusing soal kertersediaan bahan baku,” ujar Sukarman.
Dia menambahkan, singkong berbeda dengan biji-bijian (kedele dan jagung) yang menyimpan protein dan karbohidrat pada bijinya. Tanaman ini menyimpan pati (karbohidrat) dalam umbinya, sedangkan proteinnya tersimpan dalam daun. Karena kandungan proteinnya rendah, umbi singkong jarang sekali digunakan dalam pakan unggas dan ikan, lebih sering digunakan sebagai bahan pakan ternak terutama sapi. ”Orang belum banyak tahu bahwa kandungan protein yang bagus untuk unggas dan ikan justru terdapat pada daun singkongnya,”ucapnya.

Protein untuk Ikan
Menyoal protein untuk ikan, Sukarman menyebutkan merupakan hal yang sangat penting. Sebab 70 % bobot kering bahan organik jaringan tubuh  ikan terdiri atas protein. Meski begitu, ikan tidak membutuhkan protein dalam arti yang sebenarnya, tetapi memerlukan kombinasi seimbang 20 asam amino esensial dan non esensial utama yang menyusun protein. ”Karena itu kandungan protein dan asam amino bahan baku, termasuk tepung daun singkong harus tercatat dengan benar,” jelasnya.
Untuk kandungan protein tepung daun singkong berkisar 25 – 28 %, lemak 7 – 13 %; serat kasar 12 – 17 %; kalsium 1,3 – 1,4 %; fosfor 0,3 %; lysin 2 %; methionin 0,4 %; dan threonin 3 %. Kandungan nutrisi dari tepung daun singkong ini setara dengan bahan baku alternatif sumber protein lainnya seperti DDGS (Dried Distillers Grains with Solubles/hasil ikutan produksi ethanol), tepung daun lamtoro, dan lain-lain. “Bahkan kandungan lysin-nya mendekati lysin pada bungkil kedelai,” ungkap Sukarman.
Tentang teknis pembuatan tepung daun singkong menurut bapak dua anak ini sangat mudah dan sederhana. Yang pertama, daun singkong yang tidak terlalu muda di-copper/cacah, lalu dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 2 – 3 hari. “Setelah daun singkong kering, kemudian digiling dengan mesin penggiling,” jelasnya.

Selengkapnya baca di Majalah TROBOS Edisi Februari 2011

SUMBER :

http://www.trobos.com/show_article.php?rid=19&aid=2718

About these ads

Responses

  1. dmna sya bsa dptkan trobos edisi februari 2011

  2. sya butuh data pembanding hasil penelitian bapak untuk penlitian sya

    • maaf itu bukan penelitian saya… saya hanya sharing informasi saja

  3. ok tq

  4. image yang dipasang koq pelet?bukannya daun singkong yg sudah dikeringkan dan sudah dicacah? saya mau coba untuk nila saya.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: