Oleh: agriefishery | Juli 7, 2010

OKSIGEN BAGI IKAN

Oksigen

Semua makhluk hidup untuk hidup sangat membutuhkan oksigen sebagai faktor penting bagi pernafasan. Ikan sebagai salah satu jenis organisme air juga membutuhkan oksigen agar proses metabolisme dalam tubuhnya berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan oleh ikan disebut dengan oksigen terlarut.

Oksigen terlarut adalah oksigen dalam bentuk terlarut di dalam air karena ikan tidak dapat mengambil oksigen dalam perairan dari difusi langsung dengan udara. Satuan pengukuran oksigen terlarut adalah mg/l yang berarti jumlah mg/l gas oksigen yang terlarut dalam air atau dalam satuan internasional dinyatakan ppm (part per million). Air mengandung oksigen dalam jumlah yang tertentu, tergantung dari kondisi air itu sendiri, beberapa proses yang menyebabkan masuknya oksigen ke dalam air yaitu:

1. Diffusi oksigen dari udara ke dalam air melalui permukaannya, yang terjadi karena adanya gerakan molekul-molekul udara yang tidak berurutan karena terjadi benturan dengan molekul air sehingga O2 terikat di dalam air. Proses diffusi ini akan selalu terjadi bila pergerakan air yang mampu mengguncang oksigen, karena kandungan O2 di dalam udara jauh lebih banyak.

Menurut penelitian, air murni 1000 cc pada suhu kamar mengandung 7 cc O2, sedangkan udara murni suhu pada kamar mengundang 210 cc O2. Dari gambaran tersebut, maka air relatif mudah melepaskan O2 ke udara. Dari imbangan tersebut di atas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut.

• Tercapainya imbangan O2 di air dan di udara, tergantung dari jumlah molekul-molekul zat (garam-garam) yang larut didalam air (dalam satuan- satuan tertentu), sebab jumlah tersebut yang menentukan kemungkinan terbentuknya molekul-molekul dan menentukan pula jumlah banyaknya molekul-molekul gas yang meninggalkan air lagi. Air yang mengandung garam-garam pada kadar O2 yang rendah saja sudah dapat seimbang dengan udara lebih cepat, bila di bandingkan dengan air suling.

• Kemungkinan bertubrukan molekul air di tentukan oleh suhu air. Makin tinggi suhu air, makin rendah jumlah oksigen yang dapat di kandung/di ikat oleh air. Artinya: jika suhu air tinggi, maka air itu dengan kadar oksigen yang rendah saja sudah dapat seimbang dengan udara, sehingga penambahan oksigen lebih lanjut tidak akan meningkatkan oksigen terlarut dalam air.

Dalam kegiatan budidaya ikan sifat tersebut penting artinya, terutama dalam pengangkutan ikan hidup, pemeliharaan ikan di  akuarium, atau pemeliharaan ikan secara tertutup pada Recyle Sistem. Pada pengangkutan ikan sebaiknya dilakukan pada pagi/ sore hari waktu suhu udara masih relatif rendah, sehingga goncangan airnya yang terjadi akan mampu meningkatkan difusi O2 ke dalam air. Pada pemeliharaan ikan di akuarium atau pada tempat yang terbatas, pemberian lampu, yang mengakibatkan suhu air meningkat, akan menurunkan kemampuan air mengikat.

2. Di perairan umum, pemasukan oksigen ke dalam air terjadi karena air yang masuk sudah mengandung oksigen, kecuali itu dengan aliran air, mengakibatkan gerakan air yang mampu mendorong terjadinya proses difusi oksigen dari udara kedalam air.

3. Hujan yang jatuh, secara tidak langsung akan meningkatkan O2 di dalam air, pertama suhu air akan turun, sehingga kemampuan air mengikat oksigen meningkat, selanjutnya bila volume air bertambah dari gerakan air, akibat jatuhnya air hujan akan mampu meningkatkan O2 di dalam air.

4. Proses Asimilasi tumbuh- tumbuhan. Tanaman air yang seluruh batangnya ada di dalam air di waktu siang akan melakukan proses asimilasi, dan akan menambah O2 di dalam air. Sedangkan pada malam hari tanaman tersebut menggunakan O2 yang ada di dalam air. Pengambilan air O2 di dalam air disebabkan oleh:

• Proses pernafasan binatang dan tanaman air.

• Proses pembongkaran (menetralisasi) bahan-bahan organik.

• Dasar perairan yang bersifat mereduksi, dasar demikian hanya dapat ditumbuhi bakteri yang anaerob saja, yang dapat menimbulkan hasil pembakaran.

Menurut Brown (1987) peningkatan suhu 1° C akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. Hubungan antara oksigen terlarut dan suhu dapat dilihat bahwa semakin tinggi suhu, kelarutan oksigen semakin berkurang.

Kadar oksigen terlarut dalam suatu wadah budi daya ikan sebaiknya berkisar antara 7–9 ppm. Konsentrasi oksigen terlarut ini sangat menentukan dalam akuakultur. Kadar oksigen terlarut dalam wadah budi daya ikan dapat ditentukan dengan dua cara yaitu dengan cara titrasi atau dengan menggunakan alat ukur yang disebut dengan DO meter (Dissolved Oxygen).

SUMBER :

Gusrina, 2008. Budidaya Ikan Jilid I. PT. Macanan Jaya Cemerlang. Jakarta.

About these ads

Responses

  1. saya pembenih ikan lele bebih saya pada umur 4minggu atau pada ukuran 2-3cm mengeluarkan buih/gelembung2 yang byk dpermukaan kolam,saya sudah mengunakan aerator tambahan tp hasil_a ttp saja dan benih ikan saya byak yang mati tlg sarannya
    bambangsubakti
    081361302900

  2. OKSIGEN TERLARUT TINGGI PADA WKTU PAGI ATAU TENGAH HARI?

    • biasanya pada sore hari paling optimal kira kira pukul 2 siang. pada pagi hari sekitar pukul 6 oksigen paling kritis karena telah habis dipakai untuk respirasi ikan


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: