Oleh: agriefishery | April 13, 2010

PERSIAPAN KOLAM DI KAMPUNG LELE

Persiapan kolam dilakukan sebelum penebaran benih dikolam. Persiapan perlu dilakukan untuk meningkatkan daya dukung kolam sehingga ikan yang dibudidayakan tingkat mortalitas rendah dan pertumbuhan ikan dapat cepat sehingga panen lebih cepat. Persiapan kolam yang dilakukan antara lain :

  1. Pengeringan

Tahap pengeringan bertujuan untuk meningkatkan produksi, memperbaiki pematang, salah satu bentuk kontrol alami terhadap pengganggu ataupun predator, menyebabkan terjadinya mineralisasi dari kandungan organik dan mengoksidasi asam organik, dan dapat menguapkan racun-racun yang ada di kolam budidaya sebelumnya, dimungkinkan berasal dari sisa pakan, feses. Pengeringan meningkatkan pH tanah, pengeringan dasar kolam yang dilakukan para pembudidaya kampung lele dilakukan selama 2 – 3 hari, tetapi saat cuaca tidak mendukung seperti pada musim hujan maka pengeringan tidak dilakukan tetapi dapat dimanipulasi dengan penaburan kapur yang salah satu fungsinya adalah mematikan hama, stabilisator pH tanah dan air sehingga dapat meningkatkan produksi sama seperti fungsi pengeringan.

2. Membersihkan lumpur dan sampah

Lumpur yang menumpuk didasar kolam dibuang digunakan untuk menutupi kebocoran yang ada pada dinding kolam dan memperkuat pematang kolam. Kolam jenis permanen dibersihkan lumut yang menempel pada dinding dan dasar kolam, selain itu biasanya pada kolam permanen banyak remis atau bekicot yang menempel pada dinding kolam.

Kegiatan pembersihan lumpur dan sampah selesai dilakukan maka kolam di isi air sedalam 1 meter. Kedalaman kolam 1 meter bertujuan supaya suhu air dalam kolam tidak fluktuatif sehingga ikan tidak mudah stress yang mengakibatkan serangan penyakit dan kematian.

3. Pengapuran

Pengapuran merupakan persiapan kolam yang digunakan untuk mematikan hama dan parasit ikan, stabilisator pH tanah dan air, menaikkan alkalinitas, kesadahan dan ketersediaan unsur P. kebutuhan kapur CaCo3 pada kolam budidaya dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

pH akhir – pH awal X 0,16 .

0,1

Pembudidaya  di kampung lele tidak melakukan pengapuran karena jenis tanah yang ada dikampung lele sudah cukup baik untuk pertumbuhan lele. Pengapuran  harus dilakukan pada suatu kolam budidaya yang menggunakan jenis tanah gambut. Tanah gambut memiliki ciri yaitu KTK (kapasitas tukar kation) sangat tinggi, tetapi persentase kejenuhan basa sangat rendah, sehingga  menyulitkan penyerapan hara. Kondisi tersebut tidak menunjang kemudahan penyediaan hara yang memadai untuk kebutuhan hara phytoplankton. Ketersediaan beberapa unsur hara dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan proses pelapukan bahan organik tanah gambut. Oleh karena itu, pengelolaan tanah gambut untuk pertanian dan perikanan perlu penanganan khusus karena tidak hanya masalah rendahnya ketersediaan hara, tetapi juga masalah sifat racun dari asam-asam organik.

4.  Pemupukan

Pemupukan kolam pada prinsipnya adalah untuk menyuburkan air, dengan terbentuknya pakan alami dan pupuk dapat menjaga kesetimbangan air agar fluktuasi komponen perairan tidak besar. Kesuburan perairan ditandai dengan air yang telah berwarna hijau cerah. Kegiatan pemupukan bertujuan antara lain :

  1. Penumbuhan phytoplankton dan zooplankton
  2. Menciptakan suhu, pH yang konstan dengan indikasi perubahan warna air hijau cerah
    1. Menciptakan keseimbangan ekosistem bio aquatic yang berfungsi sebagai penyediaan pakan alami untuk starter maupun bakteri decomposer.

Pupuk yang digunakan berasal dari pupuk kandang atau kotoran hewan. Pupuk kandang digolongkan dalam dua jenis yaitu pupuk yang bersifat panas dan pupuk bersifat dingin. Pupuk kandang bersifat panas dinamakan demikian karena jenis pupuk ini lebih cepat terurai oleh jasad renik dan menimbulkan panas, seringkali penguraian tersebut tidak terjadi secara sempurna atau tidak terurai dengan baik yang merubah bahan organik sisa tersebut menjadi gas, dampaknya terhadap kondisi kolam adalah timbulnya panas berlebih yang dapat membunuh ikan. Pupuk kadang panas sebaiknya harus melalui dekomposisi secara baik yaitu melalui jalan penjemuran sampai kering. Kotoran kambing, domba dan kuda termasuk kedalam jenis pupuk panas. Pupuk yang kedua adalah pupuk dingin seperti kotoran babi, sapi, kotoran ayam dan kerbau. Jenis pupuk dingin mengalami penguraian secara lambat yang menghindarkannya dari panas berlebih. Tetapi sebagaimana pupuk panas, pupuk dinginpun harus mengalami dekomposisi secara baik.

Pembudidaya kampung lele menggunakan pupuk kotoran ayam, pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam memilki kadar hara P yang lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kandang kotoran hewan yang lain. Kotoran ayam lebih cepat terdekomposisi sehingga lebih cepat memberikan respon untuk terbentuknya plankton dalam air yang digunakan sebagai pakan alami oleh ikan.

Pemupukan dilakukan 2 hari sebelum penebaran benih dengan dosis tiap kolam bervolume 60 m3, maka pupuk setengah karung ± 25 kg pupuk. Pemupukan tidak harus dilakukan 2 hari sebelum penebaran jika kondisi mendesak misal karena benih sudah ada dan siap untuk ditebar maka sebagai starter awal untuk benih maka menggunakan 1/3 dari air budidaya sebelumnya. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan menebarkan langsung ke air di dalam kolam atau pupuk ditaruh dalam wadah yang memiliki ventilasi udara misal karung pakan, plastik yang di bolong kecil-kecil.

Pemupukan dalam satu kali budidaya dilakukan satu kali pemberian pupuk yaitu pada awal budidaya, jika setelah pupuk tidak berfungsi lagi di dalam kolam untuk menumbuhkan pakan alami, maka didalam kolam sudah dapat tergantikan oleh feses ikan lele sendiri. Feses merupakan limbah organik yang bersifat biodegradable, yaitu senyawa yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme. Pemberian pupuk dapat dilakukan kembali pada saat musim hujan jika terjadi hujan lebat karena apabila habis hujan lebat, biasanya air dasar hangat, air permukaan dingin dan pH nya rendah, penebaran pupuk yang bereaksi asam sangat membantu agar ikan tidak stress.

SUMBER :

farida ulfa kumala. 2010. laporan Kerja Lapangan. Pembesaran Lele dumbo di kampung Lele, Boyolali. jurusan perikanan. fakultas pertanian. universitas gadjah mada.

baca juga artikel lainnya:

About these ads

Responses

  1. Saya suka lele…..enak banget

    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/12/p-s-i-love-you/

  2. Arrgh….tuLisan bojo’n juga masuk…

  3. Terima kasih infonya

  4. salam kenal, terimaksih atas sharingnya ttg pembuatan kolam lele. Saat ini saya sedang mencoba beternak lele, mau tanya : bagaimana mengukur PH tanah dan untuk tanah bekas sawah, apakah cocok untuk memelihara lele.

    • untuk pengukuran pH bisa dengan alat pH-meter atau dengan menggunakan kertas pH.
      tanah bekas sawah sebenarnya kurang cocok untuk budidaya ikan karena tekstur tabahnya yang liat dan terlalu halus. tapi sebebnarnya tidak masalah. asalkan dipupuk dan dilakukan pengapuran terlebih dahulu.

      • tanah bekas sawah subur n alkalinitasnya tinggi, kenapa dilakukan pengapuran lagi????

  5. saya mau nanya,bgm kalau pembuatan kolam lelenya di dalam ruangan tertutup dan tdk terkena sinar matahari?trima ksh atas infonya…

    • bisa aja namun sistem yang digunakan biasanya dengan sistem air resirkulasi atau bioflok. namun biaya yang diperlukan sangat mahal

  6. saya mau tanya, baru -baru ini saya budidaya pembesaran ikan lele sangkurinag di daerah suka bumi. pada waktu tebar awal ikan terlihat sehat dan tidak ada kematian, tetapi setelah 3 minggu pemeliharaan terjadi kematian tetapi tidak ditemukan adanya tanda-tanda ikan terkena penyakit. kenapa y bisa begitu??

    • mungkin anda hanya mengecek dari segi ikannya saja. coba di check kondisi lingkungan tempat ikan dipelihara mungkin ada yang bermasalah disana

  7. bgaimna cr budidya lele ditanah liat,apa perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu?
    brapa lma wkt yg dperlukan utk penebran benih setelah pengapuran dan pemupukan???

    • pengapuran perlu. kira kira setelah pemupukan hingga green water tercipta

  8. Mas mau tanya,untk kolam terpal apa perlu pemupukan trus dosisnya berapa untk kolam ukuran 2×3.Tggi air 50-80.Trus kalau hbis hujan it langsd d beri pupuk?
    Kalau ikanya pada stres cra nanganix g mana?Kmrn saya tbr bibit 15rb, 1mggu pertma ikan sehat2,tp mggu ke 2 ikan mati secra masal ciri2x perut membengkak,d belakang ingsang pada membengkak,trus mulutnya putih,kira2 terserang penyakit apa?Trus cara pengobtan g mana?Mhn penceranya ya maz saya tggu,bisa replay d sni or kalau tidak keberatan via sms 085640390155

    • pemupukannya sedikit aja mas. kira kira 500gram/m2. kalo kolam terpal gak dipupuk juga gak papa sih. bibit 15ribu itu kayaknya kebanyakan mas untuk kolam ukuran 2×3. kayaknya itu terserang aeromonas. untuk awal coba dengan budidaya padat penebaran rendah aja dulu sekitar 5 ribu bibit aja dulu. kalau untuk kolam terpal yang penting pergantian air harus rutin untuk pengenceran limbah hasil metabolisme ikan

  9. Kolamnya ada 10 mas,rata2 aq kash 1500.
    Penggatian air d lakakukan berapa hari sekali?
    Trus cara mengatasi g mana maz penyakit itu,
    terramicin itu apa?Apa micin buat bumbu masak maz?

  10. Harga per ekor untuk pengambilan langsung ke kolam kami :
    2-2 : Rp 30
    2-3 : Rp 50
    3-4 : Rp 70
    3-5 : Rp 90
    4-6 : Rp 120
    5-7 : Rp 160
    6-8 : Rp 175
    7-9 : Rp 220
    9-12 : Rp 250
    Induk : Rp 850/Paket

  11. UD. NABILA LELE

    Kami petani lele dari Sleman-Yogyakarta yang sudah berpengalaman. Kami menjual induk dan bibit lele sangkuriang berbagai ukuran. Melayani pengiriman keluar kota dan luar pulau. Alamat : Jl. Kaliurang Km 13,5 Sleman-Yogyakarta.
    Bibit lele yang kami hasilkan adalah bibit lele berkualitas, telah terbukti dengan penanganan yang baik dan benar bibit lele hasil dari produksi kami dapat berkembang dengan baik dan cepat pertumbuhannya. Berikut kami informasikan data dari tempat usaha pembibitan lele kami :
    Jenis : Sangkuriang (Sertifikat)
    Sistem : Intensif.
    Pemijahan : Alami.
    Sumber air : Air tanah / sumur.
    Kolam : Terpal dan semen
    Pakan : Cacing sutra.
    Pengangkutan:Dikemas dlm kotak styrofoam penahan panas, tahan sampai 19 jam.
    Kota tujuan : Seluruh Indonesia.
    Kapasitas pengiriman :
    UKURAN : KAPASITAS / Ekor / BOX :
    2-2 cm : 15.000.
    2-3 cm : 8.000.
    3-4 cm : 7.000.
    3-5 cm : 5.000.
    4-6 cm : 4.000
    5-7 cm : 3.000
    Induk : 15.
    Untuk informasi harga murah berkualitas silahkan contak person Andy 085753563403 / 081227354545, kunjungi blog kami di http://www.mbenih.blogspot.com atau datang langsung ke lokasi pembibitan kami di Jl.Kaliurang Km 13,5 Sleman (10 meter selatan Honda AHASS)
    Datang….Lihat dan tentukan keputusan yang terbaik bagi anda…..

    Harga per ekor untuk pengambilan langsung ke kolam kami :
    2-2 : Rp 30
    2-3 : Rp 50
    3-4 : Rp 70
    3-5 : Rp 90
    4-6 : Rp 120
    5-7 : Rp 160
    6-8 : Rp 175
    7-9 : Rp 220
    9-12 : Rp 250
    Induk : Rp 850/Paket

    Catatan :
    Cara mempersiapkan air kolam terpal/semen sebelum bibit ditebar :

  12. mas mau nanya, bisa ga kita melakukan pengapuran sama pemupukan di kolam tanpa di keringkan terlebih dahulu ?? terus caranya gimana ? terimakasih .

  13. mas mau nanya, rencananya sy mau berwira usaha trnak lele tpi ditanah bekas sawah,itu pun lahanya msih di tengah2 sawah,yg sy mau tanyakn langkah2 apakah yg harus sy lakukan,dan bahaya gk klo ditanah sawah?trimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: