Oleh: agriefishery | April 9, 2010

SEJARAH KAMPUNG LELE BOYOLALI

Sejarah dan Latar Belakang

Kampung lele adalah sebutan untuk desa Tegalrejo karena sebagian besar penduduk berprofesi sebagai pembudidaya lele. Awal mula kampung lele yaitu diawali oleh tiga orang petani desa Tegalrejo yaitu Sugiarno, Sugiardi, dan Darsino pada tahun 1990 bermula dari pekarangan rumah yang dijadikan sebagai usaha pembesaran budidaya lele. Usaha lele digunakan sebagai usaha sampingan dari usaha pokok bercocok tanam padi dan palawija. Masyarakat desa Tegalrejo menganggap usaha pembesaran budidaya lele tidak menguntungkan dan berisiko tinggi, tetapi Sugiarno, Sugiardi dan Darsino tetap menjalankan dan lebih berusaha untuk mengembangkan.

Usaha yang dijalankan Sugiarno, Sugiardi dan Darsino semakin berkembang dan lebih menguntungkan dibandingkan dengan usaha pokok bercocok tanam padi dan palawija. Kondisi tersebut menjadi inspirasi masyarakat desa Tegalrejo bahwa usaha pembesaran lele lebih menguntungkan dan dapat dikembangkan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Tahun 1993 masyarakat Tegalrejo mulai mengikuti jejak Sugiarno, Sugiardi dan Darsino untuk membudidayakan lele. Berkembangnya usaha pembesaran lele maka terbentuklah kelompok usaha budidaya lele yang berjumlah 16 orang dan kelompok tersebut bernama Bangkit Bangun Kelompok Ikan Tegalrejo.

Tahun 1998, usaha semakin berkembang, semakin luas kolam usaha budidaya lele dan jumlah anggota kelompok semakin banyak yang bergabung yaitu berjumlah 70 orang. Bertambahnya jumlah anggota kelompok, Darsino membuat struktur kelembagaan agar terkoordinir dengan baik. Darsino dan anggota masyarakat yang lain mengubah nama kelompok menjadi Karya Mina Utama, dimana karya berarti bekerja, mina berarti ikan dan utama adalah pokok.

Tahun 2006, kelompok Karya Mina Utama semakin maju dan dapat memproduksi lele sebesar 7 ton per hari sehingga pada tanggal 7 juni 2006 desa Tegalrejo didatangi oleh gebernur jawa tengah bapak Mardiayanto. Bapak Mardiyanto memberi nama pada desa Tegalrejo sebagai Kampung Lele.

Tahun demi tahun kampung lele semakin berkembang dengan berdirinya pengelolaan produk ikan lele yang terdiri dari abon lele, keripik ekor dan keripik sirip lele. Pada tanggal 20 februari 2007 kampung lele mendapat kunjungan dari presiden rebuplik Indonesia, bapak Susilo Bambang Yudoyono. Presiden memberikan penghargaan kepada Darsino selaku ketua kelompok mina karya utama yaitu satya lancana wira karya. Tahun 2009 menteri kelautan dan perikanan, Fadel Muhammad berkunjung dan memberikan perluasan kolam pada kampung lele untuk meningkatkan produksi olahan dan trobosan pasar sehingga dapat menjamin produksi pasar.

About these ads

Responses

  1. pak minta alamat lengkapnya ya??
    insya Alloh mw liat,karena saya tertarik dgn ternak lelenya??

  2. Salut dg kp lele. Sy sangat terkesan saat berkunjung ke sana. Selamat dan sukses ya….

  3. Punten…minta alamat lengkap…Insya Allah kami mau berkunjung ke lokasi

  4. aku punya bibit pakan ternak ikan (nutrisi )

  5. makasih udah menambah wawasan

  6. itu bhg yg bnr pertama kali yaitu bpk daryadi…
    orng kmpung lele asli:arif waskito wicaksono..

    • maksih mas… itu berdasarkan info langsung dari sana. mohon maaf kalau ada kesalahan

  7. tksh infonya. Kami ingin belaja kesana dg membawa lurah dan kelompok tani.

  8. saya terinspirasi dengan kampung lele..
    mampu memberdayakan masyarkatnya
    kalo boleh minta alamatnya untuk belajar
    via email ok omahqudw@yahoo.com
    atau 085865182979

  9. Alamat lengkapnya mana ya… Desa Tegalrejo….


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: