Oleh: agriefishery | Januari 7, 2010

BUDIDAYA IKAN TAWES (Punctius javanicus)





Penyediaan benih yang bermutu dalam jumlah cukup dan kontinyu merupakan faktor penting dalam upaya pengembangan budidaya ikan konsumsi.

Usaha pembenihan banyak dilakukan di Kabupaten Magelang, seperti di Desa Paremono Kecamatan Mungkid oleh karena didukung ketersediaan air cukup baik musim kemarau maupun penghujan. Disamping itu usaha pembenihan dirasa lebih rnenguntungkan karena waktu yang digunakan relatif singkat kurang lebih 3 minggu – 1 bulan, serta pemasarannya pun mudah.

Pembenihan ikan tawes ada beberapa cara yaitu pembenihan ikan di kolam, pembenihan di sawah dan pembenihan di hapa.

Pengalaman Pembenihan Ikan Tawes di kolam yang dilakukan oleh MARZANI KTNA Paremono Mungkid ternyata cukup menggembirakan.

Pelaksanaan Pembenihan di kolam

1. Pemilihan Induk

Untuk mendapatkan benih yang berkualitas dan jumlah yang banyak dalam pembenihan Tawes perlu dipilih induk yang baik dengan ciri-ciri :
– Letak lubang dubur terletak relatif lebih dekat ke pangkal ekor
– Kepala relatif lebih kecil dan meruncing
– Sisik-sisiknya besar dan teratur
– Pangkal ekor lebar dan kokoh
– Pada umumnya ikan tawes jantan mulai dipijahkan pada umur kurang lebih 1 tahun, dan induk tawes betina pada umur kurang lebih 1,5 tahun.

Untuk mengetahui bahwa induk ikan tawes telah matang kelamin dan siap untuk dipijahkan dengan tanda-tanda sebagai berikut :

a) Induk betina

Perutnya mengembang kearah genetal (pelepasan) bila diraba lebih lembek
Lubang dubur berwarna agak kemerah-merahan
Tutup insang bila diraba lebih licin
 Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan kehitam-hitaman.

b) lnduk jantan

Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan berwarna keputih-putihan (sperma)
Tutup insang bila diraba terasa kasar

2. Persiapan Kolam

Kolam pemijahan ikan tawes sekaligus merupakan kolam penetasan dan kolam pendederan. Sebelum dipergunakan untuk pemijahan, kolam dikeringkan.
Perbaikan pematang dan dasar kolam dibuat saluran memanjang (caren/kamalir) dari pemasukan air kearah pengeluaran air dengan lebar 40 cm dan dalamnya 20-30 cm.

3. Pelepasan Induk

Induk ikan tawes yang telah terpilih untuk dipijahkan kemudian diberok, pemberokan dengan penempatan induk jantan dan betina secara terpisah selama 4-5 hari
Setelah diberok kemudian induk ikan dimasukkan ke kolam pemijahan yang telah dipersiapkan
Pemasukan induk ke kolam pada saat air mencapai kurang lebih 20 cm
Jumlah induk yang dilepas induk betina 25 ekor dan induk jantan 50 ekor
Pada sore hari kurang lebih pukul 16.00 air yang masuk ke kolam diperbesar sehingga aliran air lebih deras.
Biasanya induk ikan tawes memijah pada pukul 19.00-22.00
Induk yang akan memijah biasanya pada siang hari sudah mulai berkejar-kejaran di sekitar tempat pemasukan air.

4. Penetasan Telur
.
Setelah induk ikan tawes bertelur, air yang masuk ke kolam diperkecil agar telur-telur tidak terbawa arus, penetasan dilakukan di kolam pemijahan juga
Pagi hari diperiksa bila ada telur-telur yang rnenumpuk di sekitar kolam atau bagian lahan yang dangkal disebarkan dengan mengayun-ayunkan sapu lidi di dasar kolam
Telur ikan tawes biasanya menetas semua setelah 2-3 hari
Dari ikan hasil penetasan dipelihara di kolam tersebut selama kurang lebih 21 hari.

5. Pemungutan hasil (benih ikan)

Panen dilakukan pada pagi hari
 Menyurutkan/mengeringkan kolam
Setelah benih berada dikamalir/dicaren, benih ditangkap dengan menggunakan waring atau seser
Benih ditampung di hapa yang telah ditempatkan di saluran air mengalir dengan aliran air tidak deras
Benih lersebut selanjutnya dipelihara lagi di kolam pendederan atau dijual.

6. Pendederan

Mula-mula kolam dikeringkan selama 2-3 hari
Perbaikan pematang, pembuatan caren/saluran
Dasar kolam diolah dicangkul, kemudian dipupuk dengan Urea & SP 36 1 0 gr/m2 dan pupuk kandang 1 – 1,5 kg/m2 tergantung kesuburannya.
Setelah kolam dipupuk kemudian diairi setinggi 2-3 cm dan dibiarkan 2-3 hari kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman 50 cm
Kemudian benih ditebar di kolam pendederan dengan padat tebar 10-20 ekor/m2
Pemeliharaan dilakukan kurang lebih 3 minggu – 1 bulan.
Selanjutnya dapat dipanen dan hasil benih dapat dijual atau ditebar lagi di kolam pendederan II.

sumber : http://www.indonext.com/report/report309.html

About these ads

Responses

  1. keren juga…

  2. Salam kenal. Boleh dunk di bagi pengalamannya dalam memelihara ikan di kawasan mangrove. Ditunggu responnya.

    • mangrove sebenarnya daerah yang sekarang harus dilindungi dan tidak dianjurkan untuk budidaya ikan karena dikawatirkan akan merusak ekosistem yang ada disana.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: