Oleh: agriefishery | Juli 22, 2009

PRACTICAL FEEDING IKAN BAUNG ( Macrones nemurus CV )

ikan_baung

Ikan Baung (Macrones nemurus CV) mempunyai bentuk tubuh panjang, licin dan tidak bersisik dengan kepala besar dan deprea dengan tiga pasang sungut di sekeliling mulut dan sepasang di lubang pernapasan.

METODE BUDIDAYA

Usaha pembesaran ikan baung dapat dilakukan didalam keramba ataupun di kolam air tenang.

  1. 1. Pembesaran di Keramba

Berdasarkan bentuknya,keramba di Indonesia mempunyai dua bentuk yaitu bentuk persegi panjang dan bentuk bundar panjang. Karamba berbentuk empat persegi panjang umumnya terbuat dari papan, bilah bamboo atau bambu bulat, sedangkan karamba yang berbentuk kotak terbuat dari kawat ayam atau jaring. Karamba bundar panjang terbuat dari bilah bambu yang dianyam seperti hampang.

Lokasi penempatan karamba dapat dilakukan di sungai, danau, rawa dan saluran irigasi. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penempatan karamba yaitu :

a.  Lokasi penempatan harus aman dan tidak mengganggu masyarakat.

b. Lokasi terhindar dari segala macam gangguan baik dari manusia, binatang maupun lalu lintas.

c.  Kualitas air lokasi penempatan baik. Dengan kata lain masih dalam kisaran toleransi ikan baung.

Kisaran toleransi kualitas air bagi ikan baung yaitu

  • suhu antara 20 – 40°C
  • pH 4 – 11
  • Salinitas 0 – 12 ppt
  • Oksigen terlarut 1 – 9 ppm
  • Alkalinitas ≥ 16 ppm

Keramba untuk pembesaran ikan harus dipelihara dengan baik agar terhindar dari kerusakan sebelum habis masa operasinya. Perawatan karamba harus dilakukan selama pemeliharaan ikan dan setelah panen ikan. Perawatan tersebut meliputi membersihkan sampah  dan lumut pada dinding karamba, memperbaiki dinding dan lantai karamba jika terjadi kebocoran, perbaikan pelampung yang rusak dan lain-lain.

  1. 2. Pembesaran di Kolam Air Tenang

Lokasi pembuatan kolam pembesaran ikan baung tidak berbeda jauh dengan kolam untuk jenis ikan yang lain. Bentuk kolam yang biasa digunakan adalah empat persegi panjang. Tinggi pematang berkisar antara 1,5 – 2 m yang dapat dibuat dari tanah atau tembok. Tinggi air pemeliharaan minimal 0,5 m dan debir air berkisar 15 liter /dtk/ha.

Sifat fisika kimia air, seperti suhu air sebaiknya berkisar antara 26 – 30°C, pH berkisar antara 4 – 9, kandungan oksigen terlarut minimal 1 mg/liter dan optimal adalah 5 – 6 ppm dan kandungan NH3 kurang dari 1,5 ppm.

KEBUTUHAN NUTRIEN

Penelitian tentang kebutuhan gizi pada ikan baung masih terbatas, sehingga pendekatan kebutuhan pakan yang sesuai dibatasi dari ikan lele yang relative lengkap.

  1. 1. Protein

Protein merupakan zat gizi yang sangat diperlukan ikan untuk memelihara sel – sel tubuh, pembentukan jaringan, penggantian jaringan tubuh yang rusak dan penambahan protein tubuh dalam proses pertumbuhan.

Ikan baung membutuhkan proyein dalam jumlah yang cukup besar. Berdasarkan penelitian Gaffar (1993), kebutuhan protein bagi ikan baung berukuran 37,7 gram sebanyak 28 %. Hasil penelitian Khan et al (1993), justru menganjurkan agar pertumbuhan juvenile ikan baung dapat optimal sebaiknya diberikan pakan dengan protein 40 %.

  1. 2. Karbohidrat

Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi. Kebutuhan karbohidrat pada ikan baung belum ada data yang tersedia. Oleh karena itu, kebutuhan karbohidrat kita dapat menggunakan patokan kebutuhan karbohidrat pada ikan lele yaitu sebesar 10 – 15 %.

  1. 3. Lemak

Lemak merupakan sumber energi yang juga berfungsi memelihara bentuk dan fungsi menbran atau jaringan sel yang penting bagi organ tertentu, membantu dalam penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, mempertahankan daya apung tubuh dan sebagai antioksidan.

Kebutuhan lemak ikan baung belum diteliti, maka kebutuhan lemak dapat menggunakan patokan kebutuhan lemak pada ikan lele yaitu kurang dari 20 %.

  1. 4. Vitamin

Vitamin dibutuhkan ikan untuk pertumbuhan yang normal, perawatan tubuh dan reproduksi. Pada umumnya ikan membutuhkan 1 % vitamin dari total komponen pakan.

  1. 5. Mineral

Fungsi mineral dalam tubuh ikan dalah untuk pembentukan struktur rangka, memelihara system koloid (tekanan osmosis, viskositas, difusi) dan regulasi keseimbangan asam basa. Kebutuhan mineral ikan baung belum didapatkan, tetapi untuk kebanyakan ikan mineral sebaiknya lebih kecil dari 1 %.

PAKAN DAN MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN

ikan pada umumnya mempunyai kemampuan beradaptasi tinggi terhadap makanan dan pemanfaatan makanan yang tersedia di suatu perairan. Ikan baung merupakan jenis ikan pemakan segala (omnivora) dengan kecendrungan pada jenis insekta air dan ikan atau mengarah ke pemakan daging (karnivora). Ada dua jenis pakan yang biasa diberikan yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami cenderung diberikan pada larva hingga bukaan mulut ikan siap untuk menerima pakan buatan.

  1. 1. Pakan Alami

Dewasa ini pakan yang lazim diberikan pada larva stadia wal yang bukaan mulutnya besar dalah kutu air(Daphnia sp. Dan Moina sp.), makanan untuk larva yang bukaan mulutnya sedang adalah Artemia, sedangkan untuk larva y6ang bukaan mulutnya kecil adalah Rotifera.

Larava ikan baung berumur 1 – 5 hari dapat diberi pakan alami berupa Artemia salina atau Molina sp. Dengan kepadatan 1 – 2 ekor/ml. pada saat berumur 4 – 8 hari, larava ikabn baung sudah dapat diberi cincangan cacing Tubifex sp. dan Daphnia sp. . Ketika berumur 7 hari, larva ikan baung dapat diberi pakan berupa cacing Tubifex sp. sebanyak 10 mg/ekor.

  1. 2. Pakan Buatan

a.  Bentuk pakan

Berdasarkan bentuknya, pakan dapat berbentuk larutan, tepung halus, tepung kasar, butiran, remahan dan lembaran. Pakan bentuk pellet terdiri atas dua jenis, yaitu pellet tenggelam dan pellet terapung. Pellet tenggelam cocok untuk digunakan bagi ikan baung karena kebiasaan makannya di dasar perairan.

Bentuk pakan buatan tergantung pada kebiasaan makan dan ukuran benih (ukuran bukaan mulut). Benih ukuran 30 – 60 hari dapat diberi pakan berbentuk tepung kasar dan benih berumur 60 – 120 hari dapat6 diberi pakan berbentuk remahan. Sedangkan ikan yang berumur 120 ke atas sudah dapat diberi pakan berupa pellet.

b.  Jumlah pakan

Jumlah pakan yang diberikan per hari biasanya dihitung berdasarkan bobot badan (% bobot badan). Jumlah pakan disarankan 20 – 50 % untuk benih, 36 – 60 % untuk ukuran 3 – 50 gram, 30 – 34 % untuk ikan ukuran 50 – 200 gram, dan 2 – 3 % untuk ikan lebih besar dari 200 gram. Makin besar ukuran ikan, maka makin berkurang persentase pemberian pakan. Sebab, ikan yang telah besar memiliki laju metabolism yang makin lambat, sehingga memerlukan sedikit pakan per unit bobot badan.

c.  Waktu pemberian pakan

Pemberian pakan yang sering dengan jumlah yang sedikit untuk setiap kali pemberian lebih menguntungkan bagi ikan daripada pemberian pakan dalam jumlah banyak tetapi jarang. Pemberian pakan sebaiknya juga mempertimbangkan laju pengosongan lambung. Bagi ikan baung, pengosongan lambungnya pada umur 1 bulan adalah selama 5 – 6 jam. Ikan baung akan makan jika jumlah pakan dalam lambungnya kira – kira tingga ¼ bagian. Berdasarkan hal tersebut, bagi ikanbaung sebaiknya diberi pakan sebanyak 4 – 5 kali sehari. Namun, pada budidaya yang sederhana, pemberian pakan malam hari sulit untuk diterapkan. Oleh karena itu, pemberian pakan pada ikan baung dianjurkan 3 kali sehari, yakni pagi hari, siang hari dan sore hari.

  1. Cara pemberian pakan

Pemberian pakan pada ikan dapat dilakukan dengan dua cara yakni pemberian pakan menggunakan tangan dan pemberian pakan menggunakan alat. Pemberian pakan menggunakan tangan lebih praktis dan ekonomis karena pakan cukup ditebarkan secara merata ke seluruh permukaan kolam. Pemberian pakan tersebut disarankan untuk ditebarkan pada tempat –tempat tertentu sesuai dengan kebiasaan ikan makan.

Pemberian pakan pada pemeliharaan ikan di karamba sebaiknya diletakkan dalam wadah pakan yang diletakkan di dasar karamba untuk mencegahterbuangnya pakan keluar karamba. Pemberian pakan di kolam air tenang dilakukan di dekat pintu pengeluaran air, agar sisa-sisa pakan yang tidak habis termakn mudah terbuang bersama air melalui pintu air. Sedangkan pemberian pakan di kolam air deras sebaiknya dilakukan di tempat yang arusnya paling lemah dan jauh dari pintu pengeluaran untuk menghindari hanyutnya pakan oleh arus.

Pemberian pakan  dengan alat dapat dilakukan dengan alat otomatis ataupun alat yang sederhana. Pemberian pakan dengan alat otomatis biasanya dilakukan di negara –negara maju yang menggunakan panel –panel khusus dengan system computer. Pemberian pakan dengan alat sederhana dapat digunakan pada pembesaran ikan di karamba ataupun kolam.

About these ads

Responses

  1. ikan yang sangat uenak,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,mntap


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: